Manisnya…Membuat Teh Bersama

DNKindergarten, 14/09

Mmm….Pagi ini saya sudah siap dengan seragam rapi. Tapi sebelum berangkat ke sekolah untuk mengajar paling enak “ngeteh” dulu nii, penghangat perut di pagi hari yang dingin. Tepat sekali…..!!!

Saat saya menikmati suguhan teh manis ala sendiri, saya teringat bahwa minggu ini adalah pembelajaran bertema  “minuman” . Wah….sepertinya tepat pula,  “ngeteh” ini dijadikan materi demonstrasi bagi anak dalam membuat teh.

Dengan bergegas dan semangat, saya langsung mempersiapkan aqua gelas, sendok, teh dan gula sejumlah anak. Serta memberitahu karyawan TK via SMS untuk mempersiapkan air panas di ruang makan guru. Setelah semua siap, i’m go to my KindergarteN. Senangnya sambil membayangkan nanti anak-anak membuat teh dengan riang di kelas.

Jam 8 “Teng” bel berbunyi tanda bersiap untuk belajar. Setelah ikrar bersama, anak-anak masuk kelas masing-masing. Sebelum demonstrasi ‘membuat teh” dimulai, saya membuka pembelajaran dengan salam, doa dan nyanyian-nyanyian. Serta materi singkat tentang perbedaan air panas dan air dingin, bahwa teh tidak bisa menggunakan air dingin karena proses menyatunya air dengan teh akan lambat tetapi dengan air panas akan sebaliknya.

Anak-anak sudah paham dengan materi, lalu dilanjutkan dengan kegiatan demonstrasinya. Anak-anak membuat lingkaran besar mengelilingi air panas (sudah safety, pastinya), gelas, teh dan gula. Saya mulai dengan penjelasan cara membuat teh dan peringatan akan air panas yang bisa membahayakan mereka. Anak-anak sangat antusias sehingga tidak sabar ingin mencoba langsung.
“ibu….ibu…aku mau coba”, “ibu, rasanya apa? “, “ibu…aku mau lihat..”. Riuh terdengar suara mereka ingin mencoba. Akhirnya mereka membuat teh dengan bergilir dan tertib serta pengawasan dari saya.

Setelah semua anak mencoba membuat teh, mereka memegang gelas masing-masing dan disimpan di tempat yang aman. Dan pesan saya “Anak-anak boleh minum, setelah menunggu tehnya dingin di waktu istirahat nanti”. Dan jawaban mereka “Oke…buuuuuuuu”. Senangnya, mereka mampu mendemonstrasi membuat teh.

Saat istirahat, mereka langsung meminum tehnya. “mmm…. enaknyaaa” dengan keluguannya, mereka mengucapkan kata itu. Saya pun senang… Terima kasih untuk hari ini, anak-anakku…

(sita,[email protected])