Keberadaan jumlah peminat pelaksanaan peragaan manasik haji yang begitu antusias membuat panitia berfikir untuk menjadwalkan kegiatan ini menjadi 2 hari pelaksanaannya. Sabtu (6/11) diiktui oleh 46 TK dan pada hari kedua, Ahad (7/11) diikuti sebanyak 30 TK, SDI Darunnajah dan santri kelas II MTs dan kelas intensif Darunnajah.
Mahasiswa PGTK Darunnajah bertindak sebagai mutowwif/pembimbing jamaah haji cilik dengan bimbingan langsung beberapa dewan Guru Pesantren Darunnajah yang sudah menunaikan ibadah Haji diantaranya Ust. H.M. Ghufron Dardiri, M.Pd, Ust. H. Muhibbin, M.Pd, Ust. H. Romli Jawahir, Lc, Ust. H. Hasyim Syaban, S.Ag, Ust. H. Abdillah, M.Pd dan Ust H. Nuruddin Ambari, S.Ag., serta beberapa guru lainnya.
kegiatan manasik haji yang diselenggarakan Darunnajah itu sama persis seperti pelaksanaan ibadah haji sesungguhnya. Dimulai dari miqot, arafah, Muzdalifah, mabit di mina, lempar jumroh di Jamarot, towaf di hajar aswad, sa'i sofa-marwah, tahallul dan pembagian air zam-zam, diganti dengan air mineral yang merupakan rukun dan wajib haji. Anak-anak Taman Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) itu juga mengenakan pakaian ihram bagi santriwan dan santriwati juga pakaian serba putih.