Lulusan Pesantren yang Kuliah di Luar Negeri dan Jalur yang Mereka Tempuh

Kuliah di luar negeri setelah pesantren bukan hal yang mustahil — tapi bukan juga sesuatu yang otomatis terjadi. Ada jalur-jalur yang bisa ditempuh, dan kemampuan bahasa dari pesantren menjadi modal yang cukup berharga — terutama untuk jalur Timur Tengah.

Jalur apa yang biasanya ditempuh?

Timur Tengah — Al-Azhar Mesir, Universitas Islam Madinah, dan universitas di Yordania adalah tujuan yang cukup populer. Santri yang fasih bahasa Arab punya keunggulan signifikan di sini. Beberapa pesantren punya MoU yang memudahkan proses pendaftaran.

Asia — Malaysia, Turki, dan beberapa negara lain menawarkan program beasiswa untuk santri. Persaingannya cukup ketat tapi peluangnya ada.

Eropa dan Amerika — biasanya lewat beasiswa kompetitif seperti LPDP atau program bilateral. Persyaratannya lebih berat — bahasa Inggris harus sangat kuat, nilai akademik tinggi, dan kadang butuh pengalaman riset.

Berapa banyak santri yang berhasil?

Jujur — tidak banyak setiap tahunnya. Kuliah di luar negeri masih menjadi pencapaian yang cukup istimewa, bukan sesuatu yang bisa dijanjikan untuk semua santri. Tapi bagi yang serius mempersiapkan diri, jalannya ada.

Salah satu pesantren di Bogor

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining punya beberapa kerja sama dengan universitas luar negeri. Beberapa santri sudah memanfaatkan jalur ini. Tapi kami jujur bahwa jumlahnya terbatas dan prosesnya kompetitif. Hubungi lewat WhatsApp 0812111180.