Menu

Lukman Hakim: “Alhamdulillah akhirnya saya lulus!”

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Ujian Praktek mengajar menjadi salah satu dari rangkaian ujian akhir yang banyak menyita perhatian para santri kelas Niha’I (sebutan untuk kelas akhir). Betapa tidak, santri yang biasanya di ajar oleh para guru, kini mereka harus menjajal diri mereka sendiri untuk menjadi guru. Beragam perasaan mewarnai hati mereka, yang sebentar lagi akan meninggalkan kursi pesantren ini. Ada yang merasa gugup dan gerogi, ada juga yang merasa senang karena dengan ujian ini langkah mereka untuk menjadi guru (bagi yang bercita-cita menjadi guru) tinggal beberapa saat lagi.

Praktek MengajarDede Lukman Hakim adalah salah satu peserta amaliyah tadris yang secara khusus mempersiapkan diri untuk latihan mengajar dan melancarkan Bahasa Inggris-nya. Menurut pengakuannya, santri yang tinggal di sekitar pesantren ini (santri non mukim) sampai tidak enak makan hingga beberapa hari, karena harus terus fokus berlatih. Namun akhirnya, setelah pelaksanaan ujian praktek tersebut pada hari kamis tanggal 31 Desember 2013, Lukman Hakim yang harus menjajal kemampuan mengajarnya di Kelas 3 SMP Alhamdulillah dinyatakan Lulus. Padahal sebelumnya ia sempat pesimis dan akan mengulang. Tetapi rasa pesimis tersebut langsung di tepisnya, karena baginya kegagalan adalah “mitos” bagi orang-orang yang bermimpi menjadi sukses.

Nur Hidayah, santri yang berasal dari Rokan Hulu, Riau ini sempat merasa kurang Pe-De dikarenakan badannya yang tidak terlalu tinggi. Ia masih saja merasa gerogi walaupun sebenarnya mengajar sudah sering dilakukan, baik itu TPQ maupun dengan adik-adik kelasnya di asrama. Santri yang dipanggil dayah ini ingin menyusul kesuksesan kedua kakakya Budiman Siregar dan Nur Halimah Siregar yang telah selesai belajar di Darunnajah Cipining dengan nilai terbaik.

Para peserta Praktek Mengajar diberikan waktu satu jam pelajaran yakni 40 menit. Mereka dituntut untuk menggunakan waktu singkat tersebut sebaik-baiknya. Sementara santri praktek mengajar, santri lainnya yang masih satu kelompok memberikan penilaian. Setelah pelaksanaan ujian tersebut, mereka akan berkumpul bersama kelompoknya dengan dibimbing oleh guru pembimbingnya untuk di evaluasi dan mengambil kesimpulan tentang bagaimana hasil mengajar yang telah dilakukan. Apakah sudah cukup baik atau masih harus mengulang. [WARDAN/@abuadara]

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait