Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimay takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, dan mengajak kebaikan serta melarang kejahatan juga adalah sedekah.
Guru adalah profesi yang mulia, karena disanalah benih-benih kesalehan dan kebaikan ditanam dan dipupuk sejak dini. Anak anak yang masih belia mereka ajari, mereka bimbing dan mereka tuntun untuk mengenal sang pencipta alam raya, mereka ajari cara beribadah dan cara memuliakan orang tua.
Lantas, dimanakah sedekah guru untuk santri santrinya? Satu, perkataan yang terucap dari lisan guru hendaknya menggugah kesadaran, membangkitkan rasa percaya diri dan motivasi belajar santri.
Dua, contoh itu ada yang baik dan ada yang buruk. Namun, keteladanan sudah pasti baiknya. Keteladanan guru menjadi inspirasi bagi santri santrinya untuk berperilaku baik secara konsisten dalam keseharian.
Tiga, “senyumu kepada saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi). Wajah adalah ekspresi dari pancaran hati. Hati yang senantiasa mengingat Allah, memancarkan wajah yang dipenuhi kesejukan dan senyum tulus.
Empat, bagi guru yang dianugerahi harta yang cukup atau berlimpah, bersedekahlah! jangan menunggu kaya.
Tutur kata yang baik, sikap keteladanan guru, senyum guru, dan harta kekayaan guru menjadi ladang sedekah yang pahalanya akan terus mengalir. Sebagaimana sabda Rasulullah: “barang siapa mengerjakan baik dalam Islam, maka ia memperoleh pahala ditambah pahala orang yang mencontoh perbuatannya itu tanpa mengurangi pahala mereka masing masing. Dan barang siapa melaksanakan perbuatan jahat, maka ia akan mendapatkan dosanya, ditambah dosanya orang orang yang mencontoh perbuatannya itu tanpa mengurang dosa mereka masing masing” (HR Muslim)
