Pendidikan usia dini diperlukan untuk memaksimalkan kecerdasan anak-anak. Mengapa pendidikan anak usia dini dianjurkan? Karena otak anak-anak mengalami perkembangan mencapai kapabilitas kecerdasan ketika berusia 4 tahun. Kemudian  mengalami perkembangan pesat saat berusia 8 tahun dan perkembangan puncak di usia 18 tahun. Hal ini berdasarkan hasil sebuah penelitian. Diperlukan kurikulum pendidikan anak usia dini yang tepat pada pendidikan anak usia dini. Agar pendidikan yang dilakukan dapat benar-benar memberikan hasil yang maksimal.

Manfaat Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini

Sebagian besar anak yang mengikuti pendidikan usia dini maupun TK jauh lebih percaya diri, lebih cepat melakukan sosialisasi, lebih mandiri, berani, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, cepat beradaptasi dan lebih paham ketika dijelaskan.  Sedangkan anak yang tidak memperoleh pendidikan usia dini jauh lebih pendiam karena mereka belum beradaptasi, rendah diri, belum memiliki banyak keberanian, dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami hal-hal yang dijelaskan atau dberikan. I

Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini yang Tepat

Karena memang ditujukan agar anak-anak lebih siap untuk memasuki masa sekolah, lebih siap untuk bersosialisasi dengan lebih banyak orang, lebih siap untuk menyelesaikan masalah di sekitarnnya maka diperlukan kurikulum pendidikan anak usia dini yang tepat pada pendidikan anak usia dini.

Di TK, anak usia dini diberi kesempatan untuk belajar dan diberikan kurikulum pembelajaran yang sesuai dengan usia pada tiap-tiap tingkatannya. Siswa diajarkan mengenai hal-hal berikut ini:

  • Agama,
  • Budi bahasa,
  • Berhitung,
  • Membaca (mengenal aksara dan ejaan),
  • Bernyanyi,
  • Bersosialisasi dalam lingkungan keluarga dan teman-teman sepermainannya, dan
  • Berbagai macam keterampilan lainnya.

Tujuan TK adalah meningkatkan daya cipta anak-anak dan memacunya untuk belajar mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik, motorik, kognitif, bahasa, seni, dan kemandirian. Semua dirancang sebagai upaya mengembangkan daya pikir dan peranan anak dalam hidupnya. kegiatan belajar ini dikemas dalam model belajar sambil bermain.