Kurang Tidur Bikin Mudah Marah: Hubungan Antara Istirahat dan Suasana Hati Kurang Tidur Bikin Mudah Marah: Hubungan Antara Istirahat dan Suasana Hati

Kurang Tidur Bikin Mudah Marah: Hubungan Antara Istirahat dan Suasana Hati

Pernahkah anda merasa sensitif, mudah tersinggung, atau bahkan marah tanpa sebab yang jelas setelah semalaman kurang tidur? Nah, ini bukan sekadar kebetulan semata. Banyak penelitian yang menilai jika durasi tidur berkaitan dengan kestabilan emosi seseorang atau bahkan suasana hati kita sehari-hari.

Kurangnya durasi tidur dapat membuat amigdala-bagian otak yang mengatur emosi seperti rasa takut dan marah, serta berfungsi mendeteksi ancaman-menjadi lebih aktif hingga 60%. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah masuk ke mode panik, ditandai dengan meningkatnya detak jantung atau munculnya stres ringan, dibandingkan saat kita cukup tidur.

Kapasitas untuk menoleransi frustrasi menjadi hilang karena amigdala terus bekerja tanpa istirahat yang cukup. Masalah yang biasanya terlihat sepele akan menjadi sebuah bencana dan ledakan emosi tidak dapat dihindari.

Terputusnya komunikasi antara amigdala dan korteks prefrontal membuat sinyal penenang kepada amigdala saat ada pemicu emosi terhenti. Tanpa kendali dari korteks prefrontal, amigdala akan bereaksi secara liar tanpa menyaring mana ancaman nyata dan mana kekesalan sepele. 

Kabar baiknya, otak bisa dilatih lagi. Dengan hal sederhana kayak tarik napas dalam, kasih jeda sebelum merespons, koneksi antara otak rasional dan amigdala bisa diperkuat lagi. Lama-lama, kita jadi lebih bisa jaga jarak antara dipicu dan bereaksi, jadi nggak gampang meledak.

Untuk menghindari serangan emosi yang nggak terkendali, kita harus bisa menjaga durasi tidur kita. Ada beberapa cara agar kita bisa tidur lebih cepat, diantaranya dengan menghindari HP 30 menit sebelum tidur. Cahaya biru yang terpancar dari layar bikin otak kita mikir masih siang.

Olahraga ringan saat siang hari, tapi jangan terlalu dekat sama jam tidur, karena malah bikin kita seger. Ngasih jarak 2-3 jam dari makan malam juga mempengaruhi kualitas tidur, karena badan masih sibuk mencerna makanan ketika udah mulai rileks buat istirahat. 

Intinya, menjaga kualitas dan durasi tidur itu penting, karena itu juga yang menentukan bagaimana kita akan menjalani hari esok.