Fakta Sains Remaja: Bagaimana Kebiasaan Menghafal Al-Qur’an Justru Bikin Belajar Pelajaran Lebih Mudah Fakta Sains Remaja: Bagaimana Kebiasaan Menghafal Al-Qur’an Justru Bikin Belajar Pelajaran Lebih Mudah

Fakta Sains Remaja: Bagaimana Kebiasaan Menghafal Al-Qur’an Justru Bikin Belajar Pelajaran Lebih Mudah

Membaca hingga menghafal Al-Qur’an dapat dilakukan oleh semua umat muslim. Setiap penghafal Al-Qur’an pernah mengalami kesulitan menghafal tiap kata dari ayat suci tersebut, dan yang menjadi tantangan terbesarnya yaitu istiqamah dalam menghafal. Guncangan demi guncangan harus dihadapi dan dijalani dengan konsistensi menghafal. 

Menghafal Al-Qur’an tidak akan membuat otakmu kelelahan. Sebaliknya, kebiasaan ini justru menjadi  penolong alami yang membuat proses belajarmu menjadi lebih mudah. Allah SWT sangat memuliakan dan mengangkat derajat hamba-Nya yang menghafal Al-Qur’an. Seperti yang dijelaskan dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Timidzi:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ: اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا، فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada penghafal/pembaca Al-Qur’an: ‘Bacalah, naiklah (ke derajat yang lebih tinggi), dan tartillah sebagaimana engkau menartilkannya sewaktu di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu (di surga) berada pada akhir ayat yang engkau baca.”

Nah, dengan menghafal secara terus-menerus otak dipaksa membuka jalur saraf baru yang membuat daya ingat meluas dan menjadi lebih tajam. Otak manusia mirip dengan otot, semakin dilatih maka semakin kuat pula, hal ini sama saja dengan melakukan senam otak setiap kita menghafal. 

Sel saraf baru juga akan tumbuh seiring kita menghafal dan ikatanya semakin tebal. Perubahan memori jangka pendek juga akan berubah menjadi memori jangka panjang karena transfer informasi di dalam otak menjadi sangat lancar. 

Kebiasaan dalam menghafal ayat dengan detail tajwid membuat para penghafal menjadi lebih teliti, begitupun dengan materi pelajaran yang sulit akan lebih cepat mengerti konsep materi yang rumit. Menghafal Al-Qur’an pada pagi hari akan melepas hormon endorpin, sehingga otak menjadi rileks, bahagia dan siap menerima materi pelajaran sekolah yang berat. 

Keseimbangan terhadap otak kanan dan kiri juga sangat berpengaruh dalam memecahkan masalah. Saat otak kiri menganalisis struktur kata, tata bahasa, hukum tajwid. Pada saat yang sama, otak kanan akan aktif meresapi intonasi, irama tartil, dan makna. Hal ini juga berpengaruh terhadap konsentrasi saat berada di kelas. 

Jangan karena kamu menghafal Al-Qur’an, kamu jadi merasa terbebani. Ingatlah bahwa Al-Qur’an adalah nutrisi terbaik bagi otak. Semakin sering kamu menghafal, maka akan semakin tajam pula daya ingatmu, sehingga semakin mudah juga kamu memahami pelajaran dalam mengejar cita-citamu.