Sempat juga rombongan ditemui pendiri dan pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Drs.KH. Mahrus Amin dan Ketua Yayasan Darunnajah, H. saifuddin Arief, SH.,MH, pada saat setelah melaksanakan sholat maghrib berjamaah di Masjid jami' Darunnajah dan mendapatkan jamuan makan yang bertempat di Baitul Waqif. "kita minta dido'akan karena sama-sama li'ilahi kalimatillah," pinta salah satu dari rombongan kepada kyai Mahrus Amin, dalam jamuan makan malam tersebut sebelum para tamu berpamitan setelah waktu sholat isya'.
ke-12 orang utusan dari pimpinan-pimpinan pesantren Muadalah sudah mengahadap Menteri Agama sebelum mengunjungi Darunnajah. Mereka diantaranya dari Gontor, Tremas Pacitan, Al-Fitrah Surabaya, Darunnajah Jakarta, Parenduan, Pati, Nganjuk dan dari Sidogori yang tidak bisa hadir karena ada halangan. Sebelumnya mereka bertemu menag sekitar pukul 12.45 wib selama kurang dari 1 jam, sebab kesibukan acara menag dalam rapat Polkam dan ke DPR.
Ketika berkunjung ke Darunnajah, mereka diajak berkeliling, untuk mengetahui apa yang kira-kira baik di Darunnajah dan menurut mereka bisa dilaksanakan di Pesantren mereka. Di antara peserta kemarin, kyai dari Tremas, Gus Luqman, tertarik dengan resapan-resapan air yang ada di Darunnajah, di samping tentang kerapihan dan ketertiban dan kebersihan Darunnajah. Mereka juga tertarik dengan simtem kaderisasi yang ada di Darunnajah dengan ASHABUNAJAH. Setelah makan malam dan ramah tamah dengan ust. Mahrus dan pak Saifuddin, mereka diantar kembali ke Hotel Gren Alia di Cikini.