Dua tradisi pesantren yang paling sering dibandingkan di Indonesia — sistem Gontor (modern) dan sistem salaf (tradisional). Keduanya punya kekuatan masing-masing dan memilih di antara keduanya sebaiknya berdasarkan pemahaman, bukan asumsi.
Ciri khas sistem Gontor
Kurikulum terpadu agama dan umum. Bahasa Arab dan Inggris wajib dalam percakapan harian. Tradisi muhadharah dan organisasi santri yang terstruktur. Ijazah formal yang diakui negara. Pendekatannya lebih modern dan terstruktur.
Ciri khas sistem salaf
Fokus pada kajian kitab kuning dan keilmuan klasik. Metode sorogan dan bandongan. Hubungan guru-murid yang sangat dekat dan personal. Pendekatannya lebih tradisional dan mendalam di bidang agama. Bahasa pengantar biasanya bahasa Indonesia atau bahasa daerah.
Mana yang lebih cocok?
Kalau tujuannya pendidikan yang seimbang agama-umum dengan kemampuan bahasa asing — sistem Gontor mungkin lebih sesuai. Kalau tujuannya pendalaman ilmu agama secara intensif dan tradisional — sistem salaf mungkin lebih tepat. Keduanya menghasilkan manusia yang baik — hanya lewat jalur yang berbeda.
Kita perlu menghormati kedua tradisi ini. Tidak ada yang lebih benar atau lebih baik secara absolut.
Salah satu pesantren di Bogor
Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining menerapkan sistem Gontor, sekaligus menyediakan program Salafiyah bagi yang ingin memperdalam kitab klasik. Kami mencoba mengambil kekuatan dari kedua tradisi — meskipun kami sadar ini tantangan yang tidak sederhana. Hubungi lewat WhatsApp 0812111180.