Kamis, 7 Agustus 2008, Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat SH., M.Hum. beserta 15 jajaran pimpinannya mengadakan kunjungan ke Pondok Pesantren Darunnajah II Cipining. Kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka menjalin silaturahim antara Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor sebagai Universitas Islam tertua di Bogor, dengan Pondok Pesantren Darunnajah. Rombongan tiba di Kampus Darunnajah pukul 14.30 WIB dan mendapat sambutan hangat dari Pimpinan Pondok Pesantren Darunnjah II Cipining, K. H. Jamhari Abdul Jalal L.c.

Setelah beramah tamah, yang diisi dengan orientasi sekilas tentang Pondok Pesantren oleh Pimpinan Pesantren, pimpinan-pimpinan civitas akademika UIKA menuju masjid untuk melaksanakan sholat ashar berjama’ah dan Dialog Umum dengan dewan guru dan para santri.

Dalam acara dialog, K. H. Jamhari berterimakasih kepada civitas akademika UIKA yang berkenan menjalin silaturahim dengan pesantren-pesantren termasuk Darunnajah. Beliau juga berharap, UIKA mampu menjembatani pendidikan bagi santri-santri yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Terutama bagi santri yang berprestasi namun secara finansial kurang mampu.Semoga UIKA berkenan untuk mensponsori lomba-lomba antar pesantren dalam bidang akademik, guna merangsang perkembangan prestasi santri .” Himbau K. H. Jamhari.

Peningkatan sertifikasi guru-guru pesantren yang belum mempunyai ijazah S1 namun mempunyai kredibilitas yang tinggi, juga menjadi bahan usulan untuk UIKA. Beliau juga menambahkan, “Suatu kebanggaan bagi kami, bila UIKA mengadakan PPL atau KKM di pesantren-pesantren supaya bisa berbuat memajukan pesantren. “

Sebagai Rektor alumni pesantren, Prof. Dr. H. Ramly memahami dunia santri. Saya juga santri seperti kalian anak-anakku, saya juga mondok, di Jawa Timur.” Sapa Prof. Ramly kepada audien diawal sambutannya. Sekarang saya jadi rektor, kenapa? Karena perjuangan.” Motivasi alumni Pondok Modern Gontor tahun 1972 ini. Beliau juga memberi kiat dan prinsip sukses dalam hidup. Yaitu harus mempunyai irodah (kemauan), semangat dan sungguh-sungguh mencapai cita-cita. Anak-anakku mari belajar sungguh-sungguh, membaca kitab-kitab, patuhi disiplin pondok, taat ibadah, terus tingkatkan iman, bakti pada guru, senantiasa memohon ridlo orang tua.” Pesan rektor yang masa santrinya sebagai ketua qismul maktabah dan ketua konsulat Sumatra Asyumuliyah ini.

Prof. Dr. H. Ramly mengupas Tiga pilar pembinaan umat Islam, yakni pondok pesantren, masjid, dan kampus. Tiga lembaga inilah yang mampu mencetak kader-kader umat Islam yang berkualitas, muslim muslimah yang taat pada ajaran Islam, berakhlaq karimah, trampil, dan bertanggung jawab. Untuk itu kami hadir kesini sebagai upaya mengajak bersama-sama menciptakan iklim yang kondusif, membangun sinergi untuk meningkatkan pendidikan. “ Tutur beliau.

Dalam merespon pernyataan pimpinan pesantren, Dekan PAI (Pendidikan Agama Islam), H. E. Bahruddin, Drs.,M.Ag. membantu memberi jawaban tentang Beasiswa dan peningkatan kredibilitas guru. “UIKA memberi beasiswa baik untuk program S1 maupun S2 dengan sebutan Ulil Albab. Beasiswa ini melalui Dewan Dakwah Indonesia dengan pemenuhan persyaratan-persyaratan tertentu. Dan untuk dewan guru ada program konversi dengan system discount. Ujar Beliau.

Silaturahim ke pesantren-pesantren yang dilakukan civitas academika UIKA tidak hanya di Darunnajah saja. Masih ada agenda untuk road show kepesantren-pesantren lainnya. Dan follow upnya akan mengundang pimpinan pesantren yang dikunjungi untuk hadir ke UIKA dengan tujuan mempererat silaturahim antara pesantren se-Bogor dan sekitarnya dengan UIKA, menyamakan persepsi tentang tantangan-tantangan yang dihadapi umat Islam dalam bidang pendidikan dan untuk memecahkan problematika pesantren serta kontribusi UIKA untuk pesantren supaya lebih bermanfaat. Jalinan antar pesantren ini akan terprogram dan sistematis dengan pertemuan-pertemuan yang berkelanjutan. Kurang lebih setelah syawal perkumpulan akan dimulai, karena kami akan melanjutkan road show ke pesantren-pesantren yang di sukabumi, cianjur, dan parung. Dan kami telah mengunjungi 9 pesantren di Bogor.” Aku Rektor UIKA yang sebelum menuju Kampus darunnajah, Rombongan bersilaturahim di Pondok Pesantren DaarurrahmanLeuwiliang dan meninjau lokasi KKM UIKA di Cigudeg.