Menu

Kunjungan Bag. Pengajaran OSDN ke Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Kunjungan ke Bayt al-Qur'an & Museum Istiqlal
Kunjungan ke Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal

JAKARTA/dn.com –Ujian Mid Semester telah selesai, berbagai kegiatan ekstrakurikuler sudah mulai berjalan seperti biasa. Pada hari Jum’at (19/10), Bagian Pengajaran OSDN bersama Anggota Firqoh Ta’lim dari kelas 1 s/d kelas 5 sejumlah 34 orang mengunjungi Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal yang terletak di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarta Timur. Tujuan daripada kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan khazanah islam pada umumnya khususnya di bidang Al-Qur’an. Di dalam Bayt al-Qur’an, banyak sekali berbagai macam Mushaf Al-Qur’an yang dipamerkan di dalam ruang pameran seperti Mushaf Istiqlal, Mushaf Jakarta, Mushaf Sundawi, Mushaf Kalimantan Barat, Mushaf Malaysia, Mushaf Wonosobo dan masih banyak lagi. Manuskrip al-Qur’an, benda-benda tradisi dan warisan, arsitek, seni rupa kontemporer, serta benda islami lainnya, semua tersimpan di tempat ini, sebagai hasil implementasi dan implikasi budaya yang bersumber dari al-Qur’an.

Mushaf Wonosobo
Mushaf Wonosobo

Bayt al Qur’an & Museum Istiqlal merupakan kesatuan dari dua lembaga yang berbeda namun dalam kesatuan konsep. Bayt al-Qur’an, yang berarti rumah Al Qur’an, dengan materi pokok berupa peragaan yang berkaitan dengan Al Qur’an, sedangkan Museum Istiqlal menampilkan hasil-hasil kebudayaan Islam Indonesia. Bayt al-Qur’an & Museum Istiqlal (BQ & MI) yang menempati areal seluas 20.013 m2 dibuka untuk umum pada tanggal 20 April 1997 bersamaan dengan peresmian oleh Presiden RI Alm. H. M. Soeharto. Tujuan didirikannya Museum ini adalah untuk menampilkan Islam sebagai pemersatu bangsa dari berbagai etnik di Indonesia dengan menampilkan ajaran dan kebudayaan Islam Indonesia yang berkualitas dan kreatif dalam upaya untuk memantapkan jatidiri bangsa, menampilkan wajah Indonesia yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia dalam percaturan internasional melalui kajian sejarah perkembangan ajaran Islam dan implementasinya dalam seni dan budaya, menyampaikan makna yang lebih dalam tentang ajaran Islam dan karakter kebudayaannya yang bersifat terbuka, otentik, toleran, progresif dan kosmopolitan; dan sebagai pemicu (trigger) untuk pengkajian ajaran dan kebudayaan Islam secara lebih dalam khususnya di Indonesia dan umumnya di Asia Tenggara.

Yang tak kalah menarik untuk dilihat di Bayt al-Qur’an, ada al-Qur’ain Braille, al-Qur’an terkecil se-Indonesia, al-Qur’an terbesar se-Indonesia serta al-Qur’an dan terjemahannya ke berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah, semuanya tersimpan dengan rapi di ruang pameran Bayt al-Qur’an. Sedangkan di Museum Istiqlal, dapat dilihat foto masjid-masjid yang ada di beberapa kota besar di Indonesia, selain itu ada Replika Masjid, lukisan kaligrafi, replika kubah masjid dan lain-lain.

Setelah mengunjungi Museum ini, mereka juga mengunjungi beberapa tempat lainnya, seperti Masjid Pangeran Diponegoro, Museum Transportasi, Akuarium Air Tawar serta Museum Serangga & Taman Kupu-kupu. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan khazanah kebudayaan islam bagi para santri yang mengikutinya.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Hidden Curriculum Sistem Muallimin (TMI) Darunnajah

Sebagai lembaga pendidikan pesantren berbasis sistem Muallimin, pemahaman sepenuhnya akan kelebihan kurikulum TMI (Tarbiyatul Muallimin/Muallimat Al Islamiyah) yang menjadi core curriculum dari pendidikan pondok harus