Kisah Warga Ulujami Saat Perpulangan Santri

JAKARTA/dn.com – Memang sudah bukan hal yang asing lagi ketika perpulangan santri Pondok Pesatnren Darunnajah, warga sekitar Pesantren, khususnya yang masih berdomisili di Jalan Ulujami Raya mengalami perasaan yang agak resah. Hal ini dikarenakan situasi kemacetan yang diakibatkan karena saking banyaknya orang tua dan wali santri yang berdatangan untuk menjemput putra putrinya di Darunnajah yang sebagian dari orang tua tersebut menggunakan kendaraan roda empat. Inilah yang menyebabkan terjadinya kemacetan di Ulujami, terutama di depan Pesantren yang merupakan ujung tombak kemacetan karena lalu lalang keluar masuknya kendaraan orang tua santri tersebut.

Memang tidak semua santri yang langsung dijemput pada saat selesanya Ujian di Pesantren, Namun sebagian dari mereka yang pulang mulai pukul 11.00 langsung memadati area parkir kendaraan Pesantren. "Alhamdulillah sudah ada lahan parkir yang terletak di depan Pesatnren pula, jadi lalu lintas mobil sudah agak terkontrol" komentar penjaga keamanan Pesantren. Memang pada hari biasa, kendaraan orang tua santri maupun SDI dan TK Darunnajah tidak diperkenanakan memasuki area Pesantren. Karena sekarang ini sudah disediakan lahan parkir khusus bagi kendaraan baik motor maupun mobil yang selesai dikerjakan sejak 6 Januari lalu diatas lahan yang baru saja di beli oleh Pesantren seluas 2.200 m2.

disamping kecemasan atas kejadian diatas, ada juga hal yang menjadi kabar bahagia bagi warga Ulujami, terutama bagi para pemilik usaha makanan. Hal ini memang berkah melalui Pesntren. Singkat cerita, pada sat perpulangan santri,dapat kita jumpai orang tua beserta santri sedang berada di rumah makan yanag banyak terdapat di Ulujami, mengingat waktu perpulanganmemang pada jam makan siang, tentunya hal ini sangat mendatngkan rejeki bagi pemilik warung makan. "wah… maaf agak lama beli nasinya, soalnya warungnya rame. dimana-mana selalu terdapat warga DN (baca: Darunnajah)."ungkap salah seorang Ustadz yang baru datang membeli makan di warung padang.