Jum’at pagi (8/8/09), arah jam menunjukkan pukul 9 saat rumah pimpinan pesantren, K.H. Jamhari Abdul Jalal, Lc. ramai dengan para santriwan dan santriwati berseragam pramuka. Mereka adalah santri kelas 5 (XI MA) asrama dan santri kelas 6 (XII MA) nonasrama yang akan mengikuti kegiatan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang dilaksanakan di pesantren Madinatunnajah Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan.
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini para andika Darunnajah Cipining tidak melaksanakan KMD di buper sendiri, tapi harus bergabung dengan andika dari pesantren Madinatunnajah dan Az-Ziyadah” kata Ustadz Syaeful sebagai penanggung jawab kegiatan.
“Walaupun kita di sana adalah tamu, namun kita harus bisa menunjukan kehebatan pramuka Darunnajah Cipining. Tunjukan pada semua dan buktikan kalau kita mampu mengadakan KMD sendiri” itulah pesan yang disampaikan Bapak Kyai Jamhari saat melepas kontingen di depan kediaman beliau. Bagi mereka itu adalah pesan yang harus disampaikan dengan pembuktian kepada peserta dan panitia disana.
Dari DN kita berangkat jam dua
Di jalanan kita nyanyi hura-hura
Sampe-sampe jalan rusak tak terasa
Jalan rusak tak terasa……
Asyiknya……
Itulah sepotong lagu yang dinyanyikan sepanjang perjalanan. Menjelang tiba di lokasi, semangat dan ritme lagu semakin tinggi sebagai tanda kehadiran Kontingen Darunnajah Cipining.
Setibanya disana, kontingen langsung bersiap untuk melaksanakan sholat Maghrib. Malamnya seluruh peserta dikumpulkan di masjid untuk pengisian data diri dan free test. Dengan dipandu oleh Kak Epul, panggilan akrab dari Ustadz Syaeful Hadi, S.Pd.I M.T yang menjabat sebagai Pimpinan Khusus (pinsus), peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga kontingen, yaitu Madinatunnajah, Darunnajah Cipining, dan Az-Ziadah. Diharapkan, peserta bisa saling mengenal antarkontingen.
Upacara pembukaan dilaksanakan hari Sabtu, 8Agustus 2009. Setelah itu selama lima hari seluruh peserta diberi materi oleh pemateri-pemateri kawakan yang professional di bidang kepramukaan. Mereka adalah, Kak. Brasjah, Kak Dahlan, Kak Kosim, Kak Ade, Kak Cutika, dan Kak Eful. Berbagai ilmu dan keahlian, mereka transfer ke ratusan peserta KMD tersebut. Tidak hanya dengan lisan dan tulisan, pemateri dalam menyajikan materi juga dengan aneka permainan, sehingga mengesankan.
Ada lagi kisah seru di KMD
Lari-lari ngejar ember satu RW
Rame-rame kita boking pagi sore
Kita boking pagi sore
……Duh capek…..
Potongan lagu ini menggambarkan serunya KMD. Yah…inilah salah satu kisah seru yang disediakan panitia ketika para peserta diperintahkan untuk berlari mengejar ember. Di ember tersebut ditempel kertas bertuliskan masing-masing nomor RW. Peserta diwajibkan memasukkan kartu boking ke dalam ember. Bagi peserta yang salah memasukkan kartunya alias nyasar ke RW lain, maka ia akan mendapat hukuman. Begitu pula dengan peserta yang tidak berhasil memasukkan kartunya, apalagi kalau sampai telat.
Kini saatnya kita KMD
Makin seru dengan pramuka DNC
Rame-rame ngeyel menghilangkan BT
Ngeyel menghilangkan BT………………..
Ya…ya….ya….
…
Kalau yang ini adalah bait pertama dari lagu persembahan kontingen DNC pada saat malam api unggun yang dilaksanakan pada malam rabu (11/08/09). Siangnya, para peserta diajak oleh panitia bekeliling area perkampungan dalam acara wide game. Sedangkan Rabu (12/08/09) dini hari, para peserta dibangunkan dari tidur untuk melakukan perjalanan panjang (Long much-red) menuju depok alias depan pondok.
Upacara penutupan dilakukan pada hari Rabu pagi. Di akhir acara, panitia mengumumkan para peserta terbaik atau the best ten. Dan peraih dari pesantren Darunnajah adalah:
1. Agus Setiawan (terbaik pertama)
2. Zainudin Akbar (terbaik ketiga)
3. Dede Wahyuni (terbaik ketujuh)
4.Gita Marsela (terbaik kesembilan)
Ba’da Dzuhur para peserta menuju aula untuk melaksanakan tasyakuran. Hal ini dilakukan sebagai wujud syukur atas lancarnya kegiatan KMD tahun 2009 ini.
Setelah itu, sebagai kata akhir dan penutup Pimpinan Ponpes Madinatunnajah memimpin renungan dengan diiringi musik bernuansa melankolis. Tiada terasa, aliran air mata tak kuasa terbendung menandakan betapa beratnya perpisahan itu. “Genggamlah tangan teman kalian! Rasakan dan bayangkan kisah-kisah seru yang kalian lewati selama KMD. Namun hari ini kalian akan berpisah menuju tempat masin-masing. Kapan lagi kalian akan mengalami hal-hal seperti ini ?” ucap beliau parau, namun penuh kekuatan. (Lutfia Tanti)
