Jakarta/Darunnajahcharity-Dua anak mahasiswa pulang sambil menggerutu kepada neneknya, tentang betapa buruknya mereka hari ini, mahasiswa pertama menceritakan di kampus, ada dosen yang memarahinya, kemudian si mahasiswa kedua juga mengiyakan, mengatakan “Sama”, kemudian mahasiswa yang kedua mengatakan, “Tugas dari dosen sangat banyak”, si mahasiswa pertama juga mengatakan, “Sama”.
Belum lagi, kedua mahasiswa tersebut ditolak oleh orang-orang yang mereka sukai, si nenek yang bijaksana mendengarkan keluh kesah cucunya sambil membuat sebuah kue, kemudian si nenek bertanya, apakah kedua mahasiswa tadi mau makanan ringan, tentu saja si kedua mahasiswa yang sedang merasa kesal dengan hidupnya mengatakan, “Iya”.
” Nah, ini minuman ringan yang pertama, segelas minyak goreng”, kata si nenek.
“Mana enak nek, minum minyak gorengnya, ndak enak dong nek” kata si mahasiswa.
“Baik kalau tidak mau, ini ada empat butir telor mentah”, kata si nenek, “Weleh-weleh empat butir telor mentah itu pasti tidak enak nek”.
“Oke, kalau tidak mau empat butir telor mentah, bagaimana jika tepung terigu ini”, kata si nenek, kedua mahasiswa tersebut serempak mengatakan, “Nenek, semuanya tidak enak, nenek”.
Kemudian si nenek menjelaskan, “Ya, kalo masing-masing dimakan sendiri-sendiri, tentu sangat-sangat tidak enak, namun ketika kita menyatukan dan mengaduknya hingga merata dan menjadikan sebuah kue yang lezat, ketika dimakan rasanya akan menjadi sangat enak. Begitu juga dengan cara Tuhan bekerja, seringkali kita bertanya mengapa Keadaan kita sangatlah mengecewakan, padahal dari bahan-bahan yang mengecewakan itu, yang tidak mengenakkan tersebut, semuanya akan mendatangkan kebaikan, kalau kita bisa mengambil hikmah pelajarannya”.
Akhirnya kedua mahasiswa tersebut sadar.
Inspiratif : jika kita mengalami hal kurang baik, namun kita bisa mengambil hikmah pelajarannya tentu akan mendatangkan kebaikan buat kita.