Kiprah Atlet Al-Manshur di DNO

{mosimage}JAKARTA/dn3.com: Perhelatan Darunnajah Open atau yang sering disebut dengan DNO memasuk hari terakhir yaitu pada hari Ahad tanggal 15 Februari 2008, pada hari ini perlombaan tinggal meyisakan lomba marawis, pramuka dan final futsal. Kontingen santri Al-Manshur dalam tiga hari kemarin telah melaksanakan dua lomba yakni lomba silat dan lomba futsal.  

Tim futsal Al-Manshur mengalami kekalahan pada perhelatan kali ini, Tim Al-Manshur dibantai SMA Budi Mulia dengan skor 2-6, tim futsal yang dikomandani oleh Aris tersebut pada menit-menit awal babak pertama sempat unggul 2 gol yang dilesakkan oleh Eris Wasahua, namun setelah menang tersebut barisan belakang tampaknya agak lengah dan gawang yang dijaga oleh Abulan Kamakaula akhirnya kebobolan juga 2 gol, dan hasil babak pertama sama kuatnya 2-2. Pada babak kedua skema permainan agak dirubah namu ternyata malah menjadi petaka dan babak kedua gawang al-Manshur dibobol 3 gol oleh SMA Budi Mulia dan hasil akhir 2-6 untuk kemenangan SMK Budi Mulia Jakarta Selatan.

Futsal MTs Al-Manshur mengalami nasib yang sama dibantai futsal MTs Darunnajah Cipining Bogor dengan skor telak 1-6.

Pada lomba Silat Pesantren Al-Manshur menurunkan tujuh atletnya, pada babak penyisihan atlet Al-Manshur yang turun pada kelas A menang mudah atas utusan dari Madinatunnajah, dan pada babak final menghadapi utusan Cipining juga menang mudah, akhirnya utusan Al-Manshur atas nama Agus menjadi Juara I pada kelas A. Pada kelas B atlet Al-Manshur juga menang muda atas Madinatunnajah, pada semifinal altel Al-Manshur atas nama Necy dikalahkan utusan Cipining, dan akhirnya mendapat juara III pada kelas B.

Untuk kelas C atas nama Rohmat pada babak penyisihan juga menang mudah atas Madinatunnajah dan pada semifinal menghadapi Darunnajah Jakarta mengalami kekalahan dan akhirnya mendapat juara III. Untuk kelas D atas nama Rosji juga mengalami hal yang sama hanya mendapat juara III. Untuk kelas E atas nama Nursidiq langsung kalah dari MA Al-Falah. Untuk kelas G atas nama Jafar Sidiq didiskualifikasi karena masalah berat badan. Dan untuk kelas G atas nama Nanang menang mudah atas Madinatunnajah dan Darunnajah Jakarta, namun dalam final mengalami kekalahan sehingga mendapat juara II.