Tanaman hidroponik disebut juga menanam tanaman tanpa tanah. Mengelola sebuah tanaman hidroponik memerlukan pemahaman yang mendetail terkait penggunaan nutrisi mineral, cahaya, oksigen, dan pH untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman secara optimal. Selain itu, juga memerlukan keterampilan mekanis dalam menyiram, memberikan nutrisi, menkalkulasi dan mengatur konsentrasi nutrisi, menganalisis air, dan mengontrol Ph.. Berikut tips yang harus perlu diperhatikan ketika mengelola tanaman hidroponik:
Manajemen hama dan penyakit integrative

Dilakukan dengan pendekatan berbasis komprehensif untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menggabungkan metode mekanik, biologi dan kimia. Ini berfokus pada penggunaan biologi dalam penanganan hama dan penyakit. Pastikan untuk selalu memeriksa tanaman agar bebas dari penyakit dan hama.
Kapasitas penyiraman tepat

Penyiraman adalah inti dari semua sistem hidroponik. Tanaman akan kurang berproduksi jika kekurangan atau berlebihan air. Gunakan fasilitas/alat yang mendukung dan tepat diaplikasikan pada tanaman hidroponik
Pemilihan medium tanam yang tepat
Media tanam adalah bagaimana tanaman mengakses air dan nutrisi mineral. Ada berbagai jenis media tanam, seperti kerikil, sabut kelapa, batu kapur, pasir, dan tanah liat. Memilih jenis tepat dari media tanam akan membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi resiko kesalahan operasi.
Gunakan karbon diaktif

Karbon diaktif adalah salah satu produk terbaik di pasaran untuk menjaga kualitas air. Ini mampu mengurangi konsentrasi senyawa klorin, senyawa organik yang mengganggu, logam berat, dan minyak bumi. Gunakan karbon aktif yang dipreparasi untuk mendapatkan hasil terbaik.
Pembersihan lingkungan
Pastikan untuk menjaga lingkungan dalam kondisi bersih, sirkulasi udara yang cukup dan lampu yang cukup untuk menghindari bakteri atau kutu berkembang biak.
Insentif angin dan gerakan air
Menyalurkan angin ke batang dan akar tanaman akan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Gunakan sistem yang lembut, tapi efektif untuk mengalirkan air
menstimulasi gerakan angin di Medium Tanam.
Kontrol pH
pH adalah derajat keasaman atau kebasaan air yang berpengaruh pada asupan nutrisi. Nilai pH yang tepat juga membantu mengendalikan pengaruh patogen. Kebersihan yang terawat akan memastikan pH tinggi. Gunakan tester pH untuk memeriksa setiap air yang digunakan dan lakukan penyesuaian dengan bahan tambahan jika diperlukan.
Testing Nutrisi
Nutrisi adalah kebutuhan penting tanaman hidroponik. Ini dapat berupa nutrisi mineral dalam bentuk larutan yang disebut nutrien. Tambahkan sedikit nutrien khusus untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Gunakan tester nutrisi lengkap untuk mengukur konsentrasi singkat, keseragaman, dan konsentrasi individu
Gunakan Pesticides Secara Kurang Aktif
Pestisida adalah alat yang berharga untuk mengendalikan hama dan penyakit. Gunakan pestisida dengan sangat hati-hati untuk menghindari kontaminasi, keracunan makanan, dan juga tanah.
Ikuti Prosedur Penggunaan
Meskipun ada banyak informasi online tentang tanaman hidroponik, sebaiknya kita mengikuti prosedur penggunaan untuk setiap produk.. Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan yang berbeda, maka buatlah rencana penggunaan yang tepat. Plus, lakukan tes medium tanam awal, sebelum menanam, guna memastikan bahwa medium di dalam karung atau sistem yang terakumulasi tidak mengandung patogen.
Mengelola tanaman hidroponik pada awalnya kadang menakutkan. Namun ketika kita mampu mengeksekusi prinsip-prinsip ini dengan benar kita dapat menikmati semua manfaat dari tanaman hidroponik.
-Fina Meilani


