14 Agustus merupakan hari jadi Gerakan Pramuka Indonesia, banyak tokoh masyarakat maupun pimpinan pemerintah telah berjasa dalam turutserta mengembangkan Gerakan Pramuka di Indonesia, salahsatu Penggerak Pramuka Santri, adalah sosok Ulama Besar yang kini memimpin Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, serta 63 Pondok Pesantren Darunnajah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pendiri Pondok Pesantren Darunnajah Group ini, sebenarnya bukanlah orang baru di Gerakan Pramuka, kerana sejak masih menimba ilmu dibangku sekolah, KH Mahrus Amin sudah menjadi Pandu bersama rekan-rekannya yang kini sudah menduduki jabatan di Pemerintahan, jiwa dan semangat kepanduan, sebagaimana yang ada dalam Dasadharma Pramuka, serta Trisatya tersebut, terus dikembangkan guna membentuk para santri yang Patriot, Sopan, Kesatria dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bagaimana Pesantren Darunnajah dapat membentuk tenaga keder pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara.

Salahsatu upaya yang dilakukan, sebagai orang yang dibesarkan di Kepanduan Indonesia (Pramuka), mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega hingga Pembina, KH Mahrus Amin terus mengembangkan berbagai kegiatan kepramukaan, agar menjadi wadah pemersatu bangsa, atau alat mempererat persaudaraan atau ukhuwah, Pramuka secara nasional, sehingga berbagai kegiatan seperti Pekan Olahgara, Seni dan Pramuka dikemas secara khusus, dalam iven tingkat nasional, dengan kegiatan “Perkemahan Pramuka Santri Nusantara se-Indonesia”, dan acara tersebut telah menadi agenda tahunan, untuk perkemahan para santri, guna memperkokoh KNRI dimasa yang akan datang, ungkapnya tegas.

Meskipun sedikit berbeda dalam berpakaian, namun diakuinya ajaran kepramukaan tetap mengacu pada Dasadharma Pramuka, karena pakaian bagi Pramuka Santri disesuaikan dengan keyakinan aqidah, sehingga dalam berpakaian juga sesuai dengan syariat Islam, demikian juga dalam latihan, tidak membaur antara Parmuka Santri Putri dengan Pramuka Santri Putra, dan dirinya yakin kegiatan pramuka, merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan bagi generasi bangsa dimasa yang akan datang, untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebagai Pelopor Santri Pramuka, KH Mahrus Amin juga mengaku terus melakukan diskusi-diskusi dengan para Ulama maupun pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta pimpinan Kwarda, bagaimana organisasi Pramuka dimasa yang akan datang, serta bagaimana meningkatkan mutu latihan, sehingga generasi muda yang akan datang, makin mampu lagi memimpin bangsa ini, dengan budaya damai, serta sesuai karekter dan watak bangsa Indonesia. Sehingga dengan pramuka ini persatuan bangsa dimasa yang akan datang akan lebih kokoh lagi, tegas KH Mahrus Amin. Yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Kerjasama Islamic Centre Indonesia (Forum Islamic Centre /FIC) periode 2010-2012 ini.

http://www.wartanusantara.com/2010/08/kh-mahrus-amin-pelopor-penggerak.html