Menu

KH Jamhari Abdul Jalal, Lc hadiri Halaqah Pimpinan Pesantren Se-Jawa Barat.

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar, baik bagi kemajuan Islam itu sendiri maupun bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596 (Wikipedia). Ini menunjukkan bahwa Pesantren memegang peranan penting dalam mencerdaskan Bangsa ini, bahkan sejak zaman pra-kemerdekaan Indonesia. Dengan Pesantren, generasi bangsa ini akan dibentuk menjadi Peribadi yang bertaqwa.

Selama dua hari berturut-turut, Pimpinan Pesantren KH Jamhari Abdul Jalal, Lc mengikuti Halaqah (Pertemuan) Pimpinan Pesantren Se-Jawa Barat. Acara yang dilaksanakan pada tanggal 13-14 Oktober 2010 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Saeroji, MM. Pada Kesempatan itu pula, Kepala Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat menyampaikan tujuan diselenggarakan Halaqah para Pimpinan Pesantren ini untuk meningkatkan Pendidikan Pesantren menuju Standarisasi Nasional, khususnya yang ada di Jawa Barat ini.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Wisma Bahtera Cipayung Bogor ini membahas beberapa point penting, diantaranya Pesantren harus mampu meningkatkan Mutu Pendidikan Pesantren. Yang kemudian Pesantren mampu bersaing dengan Sekolah-sekolah Negeri yang bertaraf Nasional bahkan Internasional. “ Kita harus menciptakan Pesantren Seperti Gula, dengan begitu akan banyak yang mendatangi Pesantren seperti semut mendatangi gula”, demikian yang disampaikan oleh Drs H Uta Wijaya Kusumah, M.Si, MM.

Yang menarik, diantara Topik yang disuguhkan dalam pertemuan yang dihadiri oleh 80 peserta ini adalah tentang Aplikasi Maktabah Syamilah. Topik ini diambil tentunya sebagai sarana untuk menunjang Pondok Pesantren menuju Komputerisasi dan Digitalisasi Pembelajaran. Masih disampaikan oleh Drs H Uta Wijaya Kusumah, M.Si, MM. bahwa dengan adanya kemajuan teknologi ini semakin memudahkan kita dalam mengajar. Apalagi harga buku saat ini sangat mahal. Untuk satu kitab saja jumlahnya ada yang sampai 10 jilid, sedangkan satu jilid berkisar 70.000 hingga 140.000. Sedangkan seorang Pendidik setidaknya harus memiliki banyak referensi dan buku-buku rujukan. Dengan adanya Maktabah Syamila, persoalan harga buku yang mahal telah terpecahkan.

Maktabah Syamilah merupakan Kumpulan Kitab-kitab klasik yang jumlahnya (Versi 2.11) sekitar 6.688 judul buku dengan jumlah 20.000-an jillid. Dengan konsep digital, seorang Ustadz/guru akan dengan sangat mudah dalam mengakses dan mengajarkan berbagai disiplin Ilmu Agama Islam. Untuk menikmati kemudahan ini diperlukan Laptop atau Komputer dan sedikit kemampuan untuk membuka Aplikasi ini. Alhamdulillah, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc sudah menerapkan dan merekomendasikan guru-guru di Darunnajah Cipining untuk meng-install-kan Maktabah syamilah pada Laptop setiap guru dan administratur Pesantren, sejak beberapa tahun terakhir ini.

Direktur Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Choirul Fuad Yusuf juga dijadwalkan memberikan materi tentang Strategi Keunggulan Bersaing Ponpes di Jawa Barat. Berangkat dari menurunnya minat masyarakat untuk memasukkan anak-anaknya di Pesantren, Pak Direktur demikian sapaan beliau, menginginkan agar Pesantren mampu bersaing bahkan menjadi unggulan dari Sekolah-sekolah yang bertaraf Nasional.

Dalam kesempatan Tanya jawab, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining mengusulkan kepada Ka Direktur PD Kemenag RI bahwa Pemerintah harus berani untuk merubah kurikulum Pendidikan. Mengingat jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia ini adalah mayoritas yakni sekitar 86%, maka Mata Pelajaran Agama harus mendapatkan Prioritas, dan bahkan harus ditambah. Tidak cukup hanya 2 jam dalam satu minggu. Kemudian yang kedua, kita tidak cukup hanya dengan fokus pada peningkatan kualitas Pesantren, tetapi kita juga harus memikirkan bagaimana agar Pesantren itu menjadi hal yang sangat menarik bagi masyarakat. Jika sudah menjadi hal yang menarik, tentu saja setelah kualitas juga diperhatikan maka masyarakat akan berbondong-bondong memasukkan anaknya di Pesantren. Pemerintah juga harus membantu para kader-kader umat yang belajar di Pesantren dengan memberikan beasiswa penuh.

Terakhir, Pemerintah juga harus berani sedikit berkorban untuk memberikan kepada para Kyai (Pimpina Pesantren) di Jawa barat ini dengan laptop yang sudah di installakan Program Maktabah Syamilah. Akan sangat membantu sekali karena dapat kita sadari, referensi yang dimiliki oleh para ulama dalam bentuk kitab-kitab fisik sangat terbatas.  Dengan memiliki Aplikasi yang berjumlah ribuan kitab ini, para ulama semakin mantap didalam berdakwah.

Diskusi yang memakan waktu sekitar 30 menit ini mengantarkan pada penghujung acara. Hingga pada pukul 13.30 acara telah selesai dan langsung ditutup oleh Direktur Pendidikan Diniah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Choirul Fuad Yusuf. Para Pimpinan Pesantren kembali ke ‘Lahan Dakwahnya’ dengan membawa PR besar untuk menjadikan Pesantren sebagai tempat pendidikan terbaik yang dapat dipilih oleh masyarakat. Sehingga para generasi penerus umat ini memiliki pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. [WARDAN/kang DR]

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Friday Morning Show & Pembukaan Latihan DNO

Serang 13 Desember 2019, Telah terlaksana Friday Morning Show Sekaligus Pembukaan latihan Darunnajah Open (DNO) Ke-10, Seluruh Santri Nurul Ilmi Darunnajah 14 menghadiri acara ini