KH. Idris: “ Darunnajah dan Al Amien adalah Saudara Kembar!”

Ungkapan di atas disampaikan langsung oleh pengasuh dan pimpinan pondok pesantren Al Amien Prenduan Sumenep Madura dalam pertemuan bersama pimpinan dan dewan guru Darunnajah Cipining Bogor di aula Al Amien, 28 Juni 2010. Dalam pertemuan yang dimulai pukul 20.30 wib ini, adik kandung KH.  Tidjani Jauhari, M.A (alm.) tersebut sangat bergembira dengan kedatangan pimpinan dan dewan guru Darunnajah Cipining Bogor. “Kedatangan antum merupakan rahmat, jika rahmat ini kita pergunakan dengan baik maka akan membawa keberkahan!” ungkap beliau dengan pelan namun pasti.

Kyai Idris juga mengingatkan civitas Darunnajah Cipining Bogor untuk senantiasa bangga dan menjaga keunggulan pendidikan sistem TMI (Tarbiyatul Mu’allimin/at al Islamiyyah). Beliau juga menegaskan bahwa pelaksanaan disiplin harus seimbang antara reward dan punishment, dan harus ada tata-tertib tertulis yang difahami oleh setiap unsur terkait dalam pendidikan di pesantren yaitu pimpinan, dewan guru, santri dan wali santri. Setiap guru juga diharuskan untuk mau dan mampu menjadi USD (Uswah, Shuhbah dan Da’wah). ‘ربّ أولاد ك بأفعالك لا بأقوالك ! artinya didiklah para santri dengan perbuatan bukan dengan perkataan!, atau dalam istilah lain jangan hanya NATO; No Action Talk Only!

Selanjutnya beliau juga menjelaskan bahwa setiap santri harus menguasai kompetensi dasar (komdas) seperti pemahaman aqidah salafus sholih, ubudiyah yang terhindar dari bid’ah dan ahlaq karimah. Di samping itu mereka juga diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai kompetensi pilihan (kompil) masing-masing. Dan untuk meningkatkan disiplin santri maka diberlakukan gradual sanction atau hukuman bertahap yang ditandai dengan pemakaian pita berwarna abu-abu, coklat, hijau, kuning dan merah. Jika santri sudah menggenakan pita merah maka harus lebih ekstra untuk tidak melanggar disiplin pesantren, karena jika sampai dikenakan pita hitam berarti proses pendidikan dan pengasuhannya diserahkan kembali kepada orang-tuanya.

Sebelumnya, dalam sesi sambutan pengasuh dan pimpinan pondok pesantren Darunnajah Cipining Bogor, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc menyampaikan bahwa kedatangan beliau dan dewan guru Darunnajah Cipining Bogor ke pondok pesantren Al Amien Prenduan adalah untuk bersilaturrahmi dan belajar. “ Pesantren kami ini telah dikaruniai oleh Allah tanah waqaf seluas 70 ha, maka kami datang ke sini untuk belajar dari kemajuan pesantren Al Amien sehingga kemajuan pesantren kami juga bisa dipercepat!” ungkap suami Hj. Rahmah Manaf Mukhayyar tersebut. Di samping memperkenalkan satu-persatu dewan guru Darunnajah Cipining yang ikut dalam study-banding ini, kyai asal Kendal ini meminta agar kiranya para peserta study-banding diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk bertanya dan menggali informasi sesuai amanah kepesantrenan yang mereka emban. Pertemuan di aula ini diakhiri dengan sesi berfoto bersama dan mushafahah pada pukul 22.10 wib. (WARDAN/Mr. MIM)

Indahnya Kebersamaan; together to be better!