Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Keutamaan Doa Dan Amal Shaleh”
Kita minta apa saja akan diberikan oleh Allah SWT. Hanya saja kapan Allah memberikan? Allah lebih tahu kapan kita perlunya. Kalau pada saat itu belum diperlukan, maka Allah tahan dulu. Nanti pada saatnya dia memerlukan, akan diberikan pada saatnya. Kalau misalnya di dunia ini dia sudah cukup semua, oleh Allah ditahan, nanti diberikan di akhirat. Jadi tidak ada doa yang tidak dikabulkan. Andaikata doa sekarang ini belum tampak, Allah tahan, karena masih memungkinkan dengan itu.
Kalau sekiranya selama hidup ini belum diberikan, berarti akan diberikan nanti di akhirat. Dan jangan sampai kalau sudah diberikan setelah itu tidak mau berdoa lagi. Banyak orang yang tadinya miskin, setelah menjadi kaya, malah ibadahnya hilang. Waktu miskin, rajin; puasa, berdoa, dan mengaji. Tetapi setelah kaya raya, usahanya banyak di mana-mana, sudah sibuk, tidak sempat lagi ibadah. Kita jangan menjadi orang yang seperti itu. Andaikata doa kita tidak dikabulkan sekarang, masih ada waktu. Seandainya di dalam hidup ini doa kita belum dikabulkan, tidak apa-apa, nanti akan kita temui di akhirat, tidak ada ruginya sama sekali.
Jadi kita ini ada kekuatan. Ibarat kita ini gelas, kalau kita ini sudah penuh tapi diisi terus, malah akan terguling, malah tidak bermanfaat. Allah tahu itu. Kita yang tidak tahu. Memang kita merasa kita ini kurang terus. Anak kita minta dibelikan ini minta dibelikan itu. Ada tukang es, minta dibelikan es. Coba kita beli semua esnya untuk anak kita. Kira-kira dihabiskan tidak? Dia senang memegangi saja, tapi paling-paling kekuatannya hanya dua atau tiga saja, akhirnya meleleh lagi, tidak bermanfaat.
Berdoa itu termasuk ibadah, maka banyak-banyaklah berdoa. Nah, untuk bisa berdoa supaya pantasnya kan bagaimana? Ya mengaji dulu. Jangan langsung jalan, “Ya Allah berikan saya rizki.” Baca shalawat dulu, atau baca Al-Quran dulu. Tidak apa-apa meski bisanya baru membaca Qulhuwallahu ahad, Allahus shamad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad, ulangi lagi. Bisanya hanya itu, tidak apa-apa. Kalau hafal Yasin dan sebagainya, bolehlah baca Yasin. Kita hafal lagi yang lain, bolehlah baca yang itu. Baca shalawat, baca zikir. Kalau kita tidak hafal, bisanya lailahaillallah, ya sudah, baca lailahaillallah. Seberapa kita bisa baca, teruskan sebanyak-banyaknya. Inilah ibadah.
Insya Allah kita dengan mengikuti pengajian tidak bingung. Kalau mau amal shaleh, tahu amal shalehnya. Mau ibadah apa ini? Ah, banyak yang bisa kita lakukan. Yang penting di dalam melakukan itu semua harus lillahi ta’ala, harus ikhlas hanya semata-mata mengharapkan ridha dari Allah SWT, semata-mata mengharapkan balasan dari Allah SWT.
لا يكلف الله نفسا إلا وسعها
Allah itu tidak memberikan tugas kepada hamba-Nya, kecuali dia itu mampu melakukan tugas itu. Allah tidak menyuruh kepada hamba-Nya, kecuali hamba-Nya mampu melaksanakan apa yang Allah suruh itu. Allah menyuruh shalat, hamba-Nya mampu untuk shalat, tidak bakal mati. Kalau suami istri kompak, masya Allah, luar biasa, anak juga akan menurut, kita juga akan dialiri oleh rahmat Allah, dibanjiri oleh rahmat Allah SWT. karena Allah cintaNya.
Tanda cinta itu apa? Ibu cinta sama anak tandanya apa? Kalau anak lapar, ibu carikan makanan. Suami cinta sama ibu tandanya apa? Tandanya ibu diperhatikan, diberikan nafkah, dipikirkan, dan dilindungi. Allah kalau cinta kepada kita, tidak minta pun kita akan diberi. Kalau kita yang mencintai, kita ini masih terbatas. Allah tidak terbatas kekayaannya. Apa yang ada, semuanya adalah milik Allah. Tidak ada di dunia ini, di alam ini, di jagat raya ini, yang tidak milik Allah.
Allah bisa memberikan apa saja dan kapan saja. Kok ada orang tidak mau menjadi hamba yang dikasihi Allah? Malah bangga menjadi kekasih orang kaya. Padahal belum tentu orang kaya memberikan uang. Kadang-kadang kaya malah pelit. Tetapi kalau kita menjadi hamba yang dikasihi Allah di mana saja dan kapan saja Allah akan beri. Nah, bagaimana supaya kita menjadi hamba yang dikasihi Allah? Kita lakukan semua perintahNya.
Tulisan ini adalah transkrip dari ceramah yang disampaikan oleh KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining Bogor Jawa Barat. Dengan tema “Keutamaan Doa Dan Amal Shaleh”