Ust. Drs. Abdul Rasyid Shaleh: Teladan Totalitas & Integritas Perjuangan. Ust. Drs. Abdul Rasyid Shaleh: Teladan Totalitas & Integritas Perjuangan.

Ust. Drs. Abdul Rasyid Shaleh: Teladan Totalitas & Integritas Perjuangan.

Ust. Drs. Abdul Rasyid Shaleh lahir di Palembang pada 16 Juni 1960. Pendidikan pesantrennya ditempuh di KMI Gontor Ponorogo dan Madrasah Mu’allimin Yogyakarta, kemudian melanjutkan S1 di IAIN/UIN Yogyakarta. Sejak September 1990, beliau mengabdi selama 33 tahun di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining setelah diajak oleh KH. Jamhari Abdul Jalal untuk tinggal dan mengajar di pesantren tersebut.

Ust. Drs. Abdul Rasyid Shaleh: Teladan Totalitas & Integritas Perjuangan.
Ust. Drs. Abdul Rasyid Shaleh: Teladan Totalitas & Integritas Perjuangan. 

Beliau sangat mendukung peningkatan ilmiah santri dengan senantiasa memberikan tugas resume buku kepada santri, juga membuat laporan tertulis hasil interview napak tilas ke lokasi Praktek Dakwah & Pengembangan Masyarakat (PDPM), diantaranya terhadap santri kelas 6 TMI Angkatan Tiga (1996/Astradana) di Banyuresmi Cigudeg.

Ust. Abdur Rasyid pernah menjabat sebagai Kepala Madrasah sejak 1997 – 2010. Selain Kepala Madrasah, beliau menjadi guru ahli Ekonomi, juga gemar Bahasa Inggris. Beliau berkeinginan agar guru-guru maju dan meningkat pengetahuan serta kesejahteraannya. Beliau juga sangat senang ketika mendengar informasi alumni yang berhasil menyelesaikan S1 bahkan S2 yang waktu itu masih langka.

Pada tahun ketujuh masa mengajar salah seorang guru, terdapat satu kenangan penting yang tak terlupakan. Beliau pernah mengajak Ust. Muhlisin untuk bersiap-siap mengikuti pembinaan guru sertifikasi bersama rombongan sekitar 21 orang menuju Surabaya pada tahun 2007. Saat itu, bersama beliau dan rombongan naik kereta api menuju asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Para guru terkesan dengan semangat beliau dalam meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan. Hal ini dapat disaksikan ketika beliau mendapat tugas sebagai narasumber dalam Majlis Ilmi guru berkeluarga pada Kamis pagi, maka senantiasa mempersiapkan I’daad (persiapan) tertulis yang memadai.

Demikian halnya terkait tugas mengajar formal di dalam kelas, I’daad Tadriis (lesson plan) beliau termasuk yang paling lengkap. Beliau juga mengikuti update informasi terkini dan seringkali menjadikannya bahan diskusi.

Semangat ibadah beliau juga luar biasa. Beliau rajin shalat berjamaah dan tadarus al-Qur’an. Pernah suatu ketika beliau bercerita terhindar dari sebuah musibah dan menurut beliau hal itu karena fadhilah mendawamkan tadarus Al-Qur’an.

Minat baca beliau memang tinggi, oleh karenanya ketika buku Sabilun Najihin berhasil diterbitkan oleh penerbit Pustaka Darunnajah pada Oktober 2021, beliau termasuk guru senior yang pertama kali dihadiahi buku tersebut oleh para rekan guru. Ketika beberapa bulan terakhir kondisi kesehatan beliau menurun, para guru menyempatkan langsung ke rumah beliau untuk mengirim Wardan edisi Desember 2022 dan kalender Pesantren 2023, sebagai tambahan bahan bacaan dan informasi perkembangan pesantren.

Meski sempat mengalami kondisi kritis lebih dari sekali, namun beliau ketika dijenguk tetap saja menanyakan kondisi pesantren, kegiatan santri, bahkan menyatakan ingin cepat mengajar lagi. Hal itu terungkap, misalnya ketika para guru menjenguk beliau di salah satu rumah sakit di Bogor pada 20 November 2022.

Bahkan, pernah suatu ketika beliau masih menyempatkan hadir dalam kumpul pengurus pesantren dan juga upacara apel Sabtu pagi dengan berdiri cukup lama, padahal beliau baru saja dirawat di rumah sakit. Sungguh teladan kesungguhan dalam perjuangan.

Momen-Momen Terakhir Ust. Abdul Rasyid Shaleh

Pada malam Jum’at, para guru berkumpul untuk menjenguk Ust. Abdul Rasyid Shaleh di rumahnya. Sementara sebagian guru duduk di teras rumah, beberapa guru lainnya yaitu Ust. Atijan Yani, S.Pd.I., Ust. Mujiyanto, S.Pd.I., dan Ust. Isa Abdillah, S.E., diizinkan masuk ke kamar tidur almarhum yang didampingi istrinya yang setia merawat.

Kondisi almarhum sudah sangat lemah dan komunikasi menjadi sulit. Para guru mencium tangan dan mengusap kaki beliau sebagai bentuk penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti ruangan tersebut.

Setelah keluar dari kamar, para dewan asatidz melakukan khataman Al-Qur’an dengan masing-masing membaca satu juz. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan kalimat thayyibah, munajat kepada Allah SWT, serta doa-doa yang ditiupkan ke air mineral untuk diminumkan kepada almarhum.

Keesokan harinya, Jum’at pagi, almarhum masih menjalani jadwal kontrol rutin ke rumah sakit. Namun pada Sabtu sore, 25 Maret 2023 bertepatan hari ketiga Ramadhan, beliau wafat sekitar pukul 16.50 WIB.

Proses Pemakaman Segenap dewan guru, karyawan, dan tetangga segera bergotong royong mempersiapkan pemandian, pengulusan, dan pengkafanan jenazah di rumah duka. Para guru bergiliran melayat dan membaca Al-Qur’an di samping jenazah.

Shalat jenazah dilaksanakan di Masjid Jami’ Darunnajah kampus satu seusai shalat Tarawih. Para santri putra telah menunggu di masjid (dan santri putri di aula kampus satu) sambil terus melantunkan Al-Qur’an. Sebelum shalat jenazah, Ust. Dr. H. Musthafa Zahir selaku Pembina Pesantren menyampaikan riwayat perjuangan almarhum selama 33 tahun mengabdi di Darunnajah 2 Cipining dengan suara terharu. Shalat jenazah diimami oleh Ust. H. Trimo, S.Ag, dan diikuti ribuan jamaah.

Sesuai wasiat almarhum, beliau dimakamkan di pemakaman Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Hadir pula tokoh masyarakat kampung Cipining seperti KH. Asep Fakih serta guru dan alumni dari berbagai daerah. Prosesi pemakaman selesai menjelang pukul 22.00 WIB.