Kepala BPS Apresiasi Musabaqah Khitabah Perdana Santriwan Kampus Dua

Kepala BPS Apresiasi Musabaqah Khitabah Perdana Santriwan Kampus Dua

Kampus Dua

Kampus dua merupakan asrama yang sementara ini lebih banyak dihuni oleh para santri program SMK dan SMP. Pada tahun 2000an sudah dirintis dengan nama asrama Sanlok alias Santri Lokal. Kini para santri di kampus dua sudah banyak yang datang dari Jabodetabek bahkan luar jawa.

Diantara hal mendasar yang membedakan asrama kampus dua dengan kampus lainnya adalah biayanya yang relatif lebih ringan dikarenakan tidak menggunakan ranjang dan sebagainya. Adapun kegiatan Kepengasuhan Santri tidak jauh berbeda dengan kampus lainnya.

Pasukan Grand Opening Musabaqah Khitabah Santriwan Kampus Dua

Perdana Di Kampus Dua.

Ya, Ahad malam, 15 Oktober 2017 suasana di depan asrama santriwan kampus dua tampak lain dari biasanya. Pada malam tersebut, sebuah panggung dengan background dominan warna kuning telah berdiri kokok untuk pagelaran Pentas Seni yang diawali dengan Musabaqah Khitabah atau Lomba Pidato dalam Bahasa Arab, Inggris dan Indonesia.

Boleh dibilang ini merupakan kali pertama kampus dua mengadakan agenda besar secara mandiri di asrama mereka. Oleh karenanya, tidak kurang dari Kepala Asrama Kampus Dua, ustadz Sholehuddin Hidayat menyampaikan penghargaan atas terselanggaranya agenda itu.

Kepala BPS hadir semangati para santri.

Turut hadir menyampaikan sambutan dan motivasi pada malam yang cerah itu Kepala Biro Pengasuhan Santri (BPS), ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I.

Alumni angkatan ketujuh tahun 2000 itu mengawali sambutannya dengan menukil Mahfudzat الفضل للمبتدئ وإن أحسن المقتدي yang mengapresiasi betapa mahalnya ide dan gagasan para pemula.

Adapun terkait lomba pidato, ustadz Muhlisin menyampaikan: “Sepintar apapun keilmuan seseorang namun tanpa memiliki seni retorika maka ilmunya hanya untuk dirinya saja!”.

Kepala BPS sampaikan apresiasi dan motivasi
Salah-satu peserta Musabaqah Khitabah sedang menyampaikan pidatonya

Selanjutnya ditampilkan para orator pilihan dan duteruskan dengan aneka pentas seni seperti Marawis, Puisi Berantai, Drama Aksi, Peragaan Jurus Silat hingga menyayikan Surat Untuk Kawan karya Ebit G. Ade yang banyak mendapatkan applaus dari hadirin para Ustadz dan santri. Pertemuan diakhiri dengan perfoan bersama. (mr. mim).

 

Pendaftaran Santri Baru