<>

Sabtu (23/5) Kepala Biro Pendidikan Pesantren Darunnajah Cipining mengikuti Seminar Nasional “Dampak Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) Terhadap Lembaga Pendidikan Islam dan Pesantren”. Seminar ini diselenggarakan oleh Forsima Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta Selatan, bertempat di kampus Pesantren.

Seminar dibuka pukul 09.15 oleh Pimpinan Pesantren Darunnajah K.H. Drs. Sofwan Manaf, M.Si. Dalam sambutannya Ustadz Sofwan memaparkan tentang prosepek pendidikan dan profesi pendidik di masa yang akan datang. Beliau juga memberikan pengantar, “Benarkah UU BHP mengusik pesantren dengan meminimalisasi peran (karismatik figur) kyai (hal mana menjadi ciri khas independensi dan kemandirian pesantren)?”

Sementara itu narasumber yang hadir adalah Prof. Dr. Achmad Husen (Dekan Fakultas Ilmu Sosial, mewakili Pembantu Rektor I Univ. Negeri Jakarta); H. Saifuddin Arief, S.H., M.H. (Ketua Umum Ikatan Notaris Syariah Indonesia dan Ketua Umum Yayasan Darunnajah); Dr. Hermana Somantrie, M.A. (Anggota Tim Task Force BHP pada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Depag RI); dan seorang doktor lagi (mewakili Dirjen Pendidikan Islam Depag RI).

Pada umumnya para narasumber menghimbau agar kalangan lembaga pendidikan Islam dan pesantren menyikapi UU BHP yang baru diundangkan awal tahun 2009 ini dengan arif. Jika ada keberatan dan/atau usulan perbaikan, hendaknya disampaikan secara ilmiah dan tertulis kepada pihak-pihak terkait yang berwenang, tidak perlu mengadakan demo jalanan. Narasumber juga mengingatkan hendaknya semua pihak melihat sisi positif UU BHP dan berusaha menyingkirkan berbagai prasangka buruk dan kecurigaan yang tidak berdasar.

Secara khusus H. Saifuddin Arief, S.H., M.H. menyatakan optimisme dan tekadnya bahwa Yayasan/Pesantren Darunnajah dengan 54 unit pendidikan yang dimilikinya (mulai dari TK/RA sampai dengan perguruan tinggi) akan meningkat dan lebih maju dengan adanya UU BHP ini. Beliau juga berpesan, “Lembaga pendidikan Islam dan pesantren perlu mengubah mainstream dari berpikir secara konvensional menuju profesional.”

Seminar ditutup pada pukul 12.00, bertepatan dengan dikumandangkannya adzan Zhuhur. Panitia membentuk tim kecil untuk merumuskan rekomendasi dan usulan yang akan disampaikan kepada Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional.