Kolaborasi Seminar Pendidikan Islam dan Kewarganegaraan Antara Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Dan Badan Dukungan Pengembangan Sekolah Inggris

Kolaborasi Seminar Pendidikan Islam dan Kewarganegaraan Antara Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Dan Badan Dukungan Pengembangan Sekolah Inggris

Kolaborasi Seminar Pendidikan Islam dan Kewarganegaraan Antara Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Dan Badan Dukungan Pengembangan Sekolah Inggris.

Atau Islam And Civic Education Seminar Collaboration Between Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta And School Development Support Agency (SDSA) United Kingdom.

Seminar Internasional yang diadakan di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Atas kerjasama antara Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta dengan School Development Support Agency (SDSA) yang berbasis di Leicester, Inggris.

Acara ini berlangsung selama 3 hari, terhitung sejak hari Senin, 18 Februari 2019 sampai dengan Rabu, 20 Februari 2019. Bertempat di Aula New Husni Thamrin lantai 3 Pondok Pesantren Darunnajah.

24 Pimpinan Pondok Pesantren hadir untuk mengikuti acara ini, yang merupakananggota Forum Pesantren Alumni Gontor (FPA Gontor).

Seperti;PP. Darul Istiqomah dan PP. Al-Ishlah keduanya dari Bondowoso, PP. Darul Quraan asuhan Ustadz Yusuf Mansur, PP. Dar El-Qalam Tangerang, PP. Al-Amien Prenduan Madura, PP. Al-Iman Magelang, PP. Al-Muqoddas Cirebon, PP Al-Ikhlas Kuningan, PP Darussalam Tasikmalaya, dan Pondok alumni Gontor lainnya.

Tidak hanya itu, banyak dari Pondok Pesantren dan lembaga lain yang juga mengirimkan utusan untuk mengikuti acara ini, khususnya Pondok Pesantren Darunnajah Cabang.

Kolaborasi Seminar Pendidikan Islam dan Kewarganegaraan Antara Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Dan Badan Dukungan Pengembangan Sekolah Inggris

Kolaborasi Seminar Pendidikan Islam dan Kewarganegaraan Antara Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Dan Badan Dukungan Pengembangan Sekolah Inggris

Pemateri dari SDSA Leicester adalah Khalid Mahmood, Maurice Irfan Coles, dan Farooq. Khalid Mahmood mengisi dengan tema “Love and Respect in a Multifaith Society” (Cinta dan Hormat dalam Masyarakat Berbeda Agama), Maurice Irfan Coles membahas “Respect the Law of Conflict” (Menghormati Hukum Konflik), dan Farooq membahas “Democratic Skills” (Keterampilan Berdemokrasi).

Guru-guru bahasa Inggris dari masing-masing pondok diajarkan bagaimana menyusun Lesson Plan materi Kewarganegaraan yang baik, sistematika penulisan, cara mengajarkannya dalam kelas, dan cara memberikan assessment tentang materi kewarganegaraan kepada siswa.

(DN.COM/almas_khalishah)