Manusia adalah makhluk yang lemah, tak ada daya tanpa kekuasaan Allah swt. Sungguh takkan mampu manusia hidup tanpa kasih sayang-Nya. Karena keterbatasan inilah manusia tidak bisa lepas dari-Nya sebagai tempat bersandar, memohon perlindungan dan pertolongan. Namun karena kebodohan manusia, masih ada orang yang merasa sombong dan melupakan Allah swt. Masih ada orang yang merasa sudah tidak butuh kepada Allah swt. Masih ada orang yang tidak mengenal kemurahan Allah swt untuk meminta apapun kepada-Nya. Padahal Allah swt sendiri sudah memerintahkan kita untuk memohon dan Berdoa kepada-Nya. Sebagaimana dalam Firman-Nya Surat Al-Mukmin Ayat 60 yang berbunyi: “Berdo’alah kepadaku, Niscaya akan-Ku perkenankan bagimu…”

Demikian yang disampaikan oleh Ust Katena, S.Pd.I pada khutbah Jum’at  28 Jumadil Tsani 1431 H di Masjid Jamik Darunnajah Cipining. Beliau juga menyampaikan, untuk memperoleh kebahagiaan Dunia maupun Akhirat, maka harus dengan banyak-banyak berdo’a kepada Allah swt. Namun bagaimanapun banyaknya berdo’a, tanpa adanya ikhtiar rasanya sangat sulit untuk dapat terwujudkan. Seperti pepatah yang sudah cukup familiar dikalangan santri Darunnajah Cipining, ‘Usaha Tanpa Doa, Sombong. Dan Do’a Tanpa Usaha, Kosong” maka selain kita memohon kepada Allah agar dikabulkan keinginan kita, usaha menjadi unsur yang wajib ada sebagai syarat tercapainya sebuah cita-cita.

Namun bagaimana jika sudah banyak berdo’a, tetapi tidak juga terkabulkan? Dalam hal ini, Ibrahim Bin Adam pernah ditanya mengenai makna Firman Allah Surat Al-Mukmin Ayat 60 yang berbunyi:

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS Al-Mukmin : 60)

Doa ada yang dikabulkan, ada yang diganti dengan yang lebih baik menurut Allah, dan ada yang tidak dikabulkan. Pertanyaannya, Kapan dan Kenapa Doa kita  tidak dikabulkan? Alasannya ada Sepuluh point yang mungkin secara tidak sadar, salah satu atau beberapa point tersebut ada pada diri kita. Menurut Ibrohim bin Adam, Penyebab do’a tidak dijawab adalah sebagai berikut;

  1. Mengerti dengan Allah swt, tetapi tidak taat kepada Allah swt
  2. Membaca Al-Qur’an, tetapi kalian tidak pernah mengamalkan pelajaran apa yang terkandung didalamnya.
  3. Mengerti tentang syetan dan Iblis, tetapi selalu mengikuti bujuk rayunya.
  4. Mengaku cinta pada Nabi Muhammad SAW, tapi meninggalkan sunnah-sunnahnya. Malah sebaliknya, Bid’ah (Hal-hal baru dalam beribadah) dilestarikan.
  5. Meminta dimasukkan kedalam syurga, tetapi tidak melakukan amalan-amalan yang dapat memasukkan ke Syurga. Sholat sebagai amalan yang pertama kali diperhitungkan, diabaikannya.
  6. Mengaku takut akan siksa Neraka. Tetapi kerap kali melakukan dosa dan maksiat, yang justru akan memasukkannya kedalam api Neraka.
  7. Meyakini bahwa kematian pasti terjadi, tetapi tidak mempersiapkan bekal untuk melanjutkan perjalanan ke Negeri Akhirat yang kekal.
  8. Sibuk mencari cela dan aib orang lain, Sementara ia lupa dengan aib diri sendiri.
  9. Makan dan minum dari rezki yang Allah berikan, tetapi tidak mau bersyukur kepada-Nya.
  10. Menguburkan orang mati, tetapi tidak mengambilnya sebagai pelajaran.

Point-point tersebut menjadi indikator buat Hamba yang mau meng-Islah diri, kenapa Do’a belum dikabulkan. Sebagai mukmin yang baik, tatkala ia mendapati kekurangan dan kelemahannya, ia akan segera evaluasi diri. Demikian juga ketika ia sadar telah melakukan maksiat, ia akan segera bertaubat.

Kita Perhatikan Point ke-dua diatas; Membaca Al-Qur’an tetapi tidak mengamalkan isinya. Dalam Surat Al-Baqarah : 172 berbunyi:

“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.”

Kemudia Rasulullah saw menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, berambut kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a:
“Wahai Rabb, wahai Rabb” , sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana orang seperti ini dikabulkan do’anya?”.
(HR. Muslim)

Menurut Sabda Nabi Muhammad saw ini, orang yang tidak memelihara diri dari makanan yang haram, maka mustahil do’anya akan dikabulkan. Untuk itu, selain memperhatikan Sepuluh indikator diatas, maka apa yang kita makan sehari-hari, harus kita jaga kebersihan dan kehalalannya.

Setelah bersih dari makanan yang haram, tidak termasuk pada indikator diatas, maka Allah swt akan dekat dengan kita. Sehingga do’a kita akan di dengar oleh Allah, Tuhan Semesta Alam. [WARDAN/Kang DR].