Setiap umat Muslim tentu ingin mengharapkan keridhaan serta kasih sayang dari Allah SWT.
Allah SWT memiliki sifat al-Mahabbah (cinta), yakni Allah mencintai hamba-Nya yang selalu beriman dan bertakwa kepadanya.
Salah satu tanda cinta Allah kepada hambanya adalah dengan selalu mengizinkan hamba-hambanya untuk berdo’a untuk meminta dan memohon sesuatu kepadanya disetiap waktu dan dalam keadaan apapun.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ {غافر: 60}
Dan Tuhanmu (Allah SWT.) berfirman: “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan do’a permohonanmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” (Q.S. Gafir: 60)
Sangat jelas sekali bahwasanya Ayat ini merupakan sebagian dari karunia kecintaan dan kemurahan Allah SWT.
Allah menganjurkan kepada kita hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya, dan Allah menjamin akan mengabulkan permintaan mereka yang berdo’a meminta kaepada-Nya.
Dari ayat ini juga dapat kita pahami bahwasanya dengan berdo’a, hati dipenuhi dengan rasa optimisme.
Hanya saja, banyak sekali kita sebagai manusia yang terkadang berdo’a untuk memohon kepada Allah, merasa do’a itu belum dikabulkan.
Kita sebagai manusia itu memiliki salah satu sifat yaitu terburu-buru, ingin sekali do’a kita agar segera dikabulkan oleh Allah.
أُجِيبُ دَعْوَةَ الداعِ إِذَا دَعَانِ
“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,”
Ada orang yang berdo’a akan tetapi dinilai oleh Allah itu sebagai orang yang tidak berdo’a.
Yaitu, ketika seseorang sudah berdo’a, akan tetapi tidak yakin kepada Allah atapun ia masih bergelimang dosa.
Ia berdo’a menurut versinya, akan tetapi dinilai Allah ia belum dianggap berdo’a.
Dan tidaklah ada orang yang diizinkan oleh Allah untuk melafalkan sesuatu do’a untuk memohon sesuatu kepada Allah SWT. Berarti itu adalah tanda bahwasanya allah akan mengabulkan dari pada do’a kita.
Imam Ibnu ‘Athaillah Assakandary dalam kitab Hikam-Nya:
لا يُشَكِكَنَّكَ فِي الوَعدِ عَدَمُ وُقُوعِ المَوعُود
“Janganlah engkau menjadi ragu jika apa yang dijanjikan belum diberikan.”
Banyak sekali hikmah dari setiap apa yang kita inginkan dan kita merasa Allah belum mengabulkan setiap keinginan kita.
“Do’a itu adalah ibadah. Ibadah itu adalah do’a.”
(Anisrullah)
