
Gema suara lantang kembali memenuhi Aula Tho’if saat Pondok Pesantren Darunnajah 17 menggelar ajang Public Speaking Contest (PSC), sebuah kegiatan edukatif yang menjadi ruang ekspresi sekaligus pengembangan keterampilan berbicara bagi para santri. Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada 3 November 2024 oleh Departemen Pengasuhan Santri, kompetisi serupa kembali digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, bertempat di Aula Thaif, dan diikuti oleh santri kelas 1 hingga kelas 4.

Public Speaking Contest merupakan ajang perlombaan pidato yang dirancang untuk meningkatkan kualitas, keberanian, dan kepercayaan diri santri dalam berbicara di depan umum. Dalam pelaksanaannya, para peserta menyampaikan pidato dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri karena santri tidak hanya dilatih dari sisi mental tampil di hadapan publik, tetapi juga diasah kemampuan berbahasanya.

Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Pengasuhan Santri ini diisi oleh para orator yang telah melewati proses seleksi internal sebelumnya. Peserta yang lolos seleksi tahap pertama kembali disaring untuk menentukan siapa yang berhak meraih juara 1, 2, dan 3. Proses penilaian dilakukan secara adil dan objektif sebagai bentuk komitmen panitia agar PSC tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran yang sehat dan mendidik.
Dalam kompetisi tersebut, penampilan para finalis berhasil membius perhatian hadirin dengan kekuatan kata dan ide yang mereka sampaikan. Masing-masing orator tampil penuh semangat dan percaya diri, menyampaikan gagasan dengan artikulasi yang jelas serta penguasaan panggung yang baik. Antusiasme peserta dan dukungan dari penonton menambah semarak suasana, meskipun panitia sempat menghadapi tantangan berupa kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat seluruh pihak untuk menyukseskan acara hingga selesai.
Kegiatan ini diketuai oleh Ust. Fawwaz Auful dan Fayyadh Ayyas. Berkat kerja sama panitia dan dukungan berbagai pihak, acara berjalan dengan lancar.
Public Speaking Contest digelar bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, melainkan sebagai ruang bagi santri untuk melatih keberanian, ketajaman berpikir, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara sistematis dan inspiratif. Melalui pidato, santri belajar memimpin dengan kata, menginspirasi dengan ide, dan memperkuat rasa percaya diri.
Dengan terselenggaranya PSC ini, Pondok Pesantren Darunnajah 17 kembali menegaskan komitmennya dalam membina santri yang unggul, berakhlak, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam berbagai bahasa. Besar harapan agar kegiatan ini terus menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang kualitasnya, serta mampu melahirkan generasi santri yang cakap, percaya diri, dan siap berdakwah melalui lisan maupun tulisan.




