Tibalah saatnya seluruh santri kelas Niha’i (XII MA) pesantren Darunnajah Cipining belajar bermasyarakat secara langsung dengan terjun di tengah-tengah mereka. Kegiatan yang bernama PDPM (Praktik dakwah dan pengembangan masyarakat) ini menjadi kegiatan penutup sebelum para santri diwisuda pada akhir Mei mendatang.

Dewan Guru Saat Pelepasan PDPM

Secara seremonial, seluruh peserta PDPM yang terdiri dari 7 kelompok dakwah tersebut dilepas oleh pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc melalui upacara pelepasan yang dilaksanakan di lapangan futsal pesantren, Rabu, 25 April 2012. Moment ini disaksikan oleh para kepala biro, kepala sekolah, dewan guru serta seluruh santri putra-putri.

Dalam kalimah sambutannya, KH Jamhari mengatakan bahwa kegiatan PDPM telah sukses dilakukan oleh para santri sebelumnya, maka peserta PDPM tahun ini tidak boleh berkecil hati. Semuanya akan menjadi mudah jika rahasia kesuksesan PDPM selalu mereka pegang erat, yaitu berpegang erat pada peraturan pesantren dan melakukan silaturahmi guna berkonsultasi dengan pihak-pihak setempat.

Beliau juga mengingatkan agar para santri mampu mengamalkan ilmunya dengan baik dengan prinsip mengajar kepada yang lebih kecil, berteman dengan yang sebaya, dan belajar kepada yang lebih tua. Selain itu, beliau mengingatkan agar santri tidak terjebak kepada khilafiyah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.  Menurut beliau, perbedaan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat terutama masalah agama, bukanlah menjadi bagian penting dari kegiatan dakwah peserta PDPM, justru peserta PDPM seharusnya bersikap bukanlah khilafiyah yang penting dari keberagamaan seseorang, namun sikap saling menghormati serta saling memperbaiki dengan dasar utama Al-Qur’an dan Hadits. Darunnajah Cipining ridak pernah berpihak pada siapapun namun selalu menjunjung perbedaan selama perbedaan itu berarti sebuah rahmat. Berdiri di atas dan untuk semua golongan.

Sementara itu, sebagai penanggung jawab kegiatan PDPM, kepala biro dakwah dan hubungan masyarakat, Ustadz Katna, S.Pd.I, pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa dakwah adalah tugas bagi seorang santri. Ustadz Katna mengatakan, ‘Dimanapun Anda berada, maka Islam adalah tanggung jawab Anda!’.

“Selamatkan dan sukseskanlah diri kalian masing-masing dalam masyarakat pada kegiatan PDPM ini dengan memegang teguh Islam sebagai pijakan!” tambah Ustadz Katna.

Kemudian usai pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Jamhari, seluruh peserta berpamitan dengan bersalam-salaman kepada pimpinan pesantren serta dewan guru. Bersama panitia, mereka meninggalkan bumi pesantren Darunnajah Cipining menuju lokasi.

Menurut penjelasan ketua panitia, ketujuh kelompok PDPM yang terdiri dari kurang lebih 65 santri, menempati lokasi PDPM di 2 kelurahan di Sawangan Depok, yaitu kelurahan Kedaung dan Cinangka. Pelaksanaan PDPM sendiri berlangsung selama 10 hari ke depan. (Wardan/Billah)