
Mutiara Hikmah, Oleh Ust. Harir Rijal
karena tidak terlihat maka segala sesuatu kita katakan tiada. Maka bagi orang buta tumbuh-tumbuhan yang ada di Bumi ini hanyalah cerita dusta belaka. Jangankan menikmati keindahannya, keberadaannya saja dia tidak percaya, karena ketidak tahuannya. Begitulah kekufuran, seperti orang buta yang mengingkari adanya tumbuh-tumbuhan di Bumi.
Kekufuran yang melanda sesorang merupakan dampak dari kebutaan hati, yang tidak pernah melihat betapa indah dan besarnya kekuasaan yang Maha Kuasa. Hati yang buta tidak mampu melihat betapa indahnya matahari yang selalu menyinari bumi. Kebutaan hati merupakan musibah besar yang harus di waspadai oleh setiap muslim. Jaga lah hati, agar senantiasa memiliki kesadaran untuk melihat betapa indahnya ciptaan Tuhan.
Oleh Karena itu dibutuhkan kesadaran yang kuat agar mampu membuka mata untuk melihat realita, sehingga tidak seperti orang buta yang selalu meraba-raba. Kita harus seperti matahari dipagi hari, agar semua menjadi terlihat jelas, antara kekurangan dan kelebihan. Tanpa kesadaran kita tak tak akan pernah bisa melakukan perbaikan.
Disampaimg itu baca kembali Buku Harian kita dan perhatikan dengan saksama. Diantara catatan itu mungkin ada noda dan dosa. Tak perlu mencari seribu alasan sebagai pembenaran atas berbuat dosa-dosa itu. Istighfar jauh lebih baik ketimbang alasan yang kita kemukakan.