Pondok Pesantren Darunnajah yang memiliki sistem berbasis agama islam, dan menjunjung tinggi nilai ibadah kepada Allah SWT selalu berusaha tanamkan Ilmu dan pelajaran agama melalui berbagai hal baik belajar secara formal di ruang kelas maupun informal di lapangan terbuka.
Sebagai penganut Agama Islam, Pesantren sama seperti lembaga pendidikan Islam lainnya, salah satunya dengan meliburkan para santri di hari Juma’at. Mungkin juga tidak hanya sesama lembaga pendidikan Islam, dunia Islam (baca: Timur Tengah), juga libur hari Jumat. Sebab, Jumat adalah hari raya orang Islam.
Tetapi, yang menarik bukan hanya karna dari segi hari ataupun tanggal karna pesantren sendiri tak pernah jemu memberikan berbagai kegiatan guna mencetak para santri yang Aktik dan kreatif. Ada beberapa rangkaian kegiatan rutin yang biasa dilakukan santri di antaranya: mendengarkan Nasihat dari Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining yakni K.H Jamhari Abdul Jalal Lc, tepatnya selepas subuh dengan menempatkan seluruh santri Kampus 1, 2 dan 3 di Majid Jami.
Sebelum pulang ke dalam asrama masing-masing, para santri di berikan kesempatan untuk keliling pesantren untuk mengadakan Conversion/Muhadatsah yang dibimbing langsung oleh bagian OSDC (Organisasi Santri darunnajah Cipining). Daan dilanjutkan dengan Olahragasesuai dengan tempat dan kegiatan masing-masing kampus contohnya, santri putra yang sibuk dengan Silat, Basket, Persada (Persatuan Senam Darunnajah), Bulu Tangkis dll, adapun untuk kegiatan santriwati biasanya diadakan senam SKJ, senam Santri dan senam Pramuka da dilanjutkan dengan permainan.
Tak hanya itu, para santripun memiliki jadwal tersendiri yang ditugaskan langsung oleh bagian k3 (Kebersihan, Kesehatan dan Kerapihan) santri yaitu Kerja Bakti Pesantren yang Akrab di sebut Tandziful Am oleh para santri. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh santri darunnajah cipining mulai dari kelas VII, VIII, IX, X, XI, dan XII. Hal ini diterapkan guna meningkatkan kesadaran santri dalam menjaga kesehatan dan menjunjung nilai kebersihan yang mampu memberikan kenyamanan terhadap lingkungan. Biasanya hari Jum’at pun menjadi hari yang tepat bagi para wali santri dalam hal menjenguk.
Yang lebih menarik setelah itu dilanjutkan dengan pengumuman Kamar Terbersih dan Kotor sesuai Asrama atau Kampus masing-masing. Dalam hal ini kamar terbersih akan mendapatkan penghargaan dari kamar yang terkotor. Hasil dari penilaian tersebut di umumkan lagi ketika Upacara Mingguan berlangsung, dan di tambahkan dengan hasil Kelas terbersih dan terkotor.
Alhamdulillah meskipun pesantren libur dalam hal sekolah seperti biasanya, tapi tetap aktif dalam kegiatan. Semoga dengan berbagai aturan yang di terapkan di pesantren ini mampu memberikan pelajaran dan pengalaman yang menarik serta bermanfaat bagi saat ini dan di masyarakat nanti.
(WARNA/Annisa)




