Kegiatan Belajar Malam Santri Kegiatan Belajar Malam Santri

Kegiatan Belajar Malam Santri

Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8  merupakan salah satu pondok alumni gontor yang menerapkan sistem Tarbiyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) sebagai kurikulum pembelajaran utama yang merupakan penerapan dari sistem Kulliyatu-l-mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor. Salah satu kegiatan yang ada di kurikulum TMI adalah Muwajjah.

Apa itu Muwajjah?

Secara bahasa, Muwajjah diambil dari kosakata Bahasa Arab yang artinya bertemu atau bertatap muka. Mengapa dinamakan demikian? Karena dalam kegiatan ini para santri belajar dibimbing langsung oleh para asatidz yang ada. Kegiatan belajar ini, para santri dididik untuk lebih mendalami pelajaran yang mereka pelajari di kelas pada pagi hari. Para santri diberi kebebasan untuk memilih pelajaran yang akan mereka pelajari, jadi dengan begini santri dapat dengan leluasa belajar dan mendalami pelajaran yang ada.

Kegiatan ini membuat santri bisa berinteraksi langsung dengan para asatidz dengan menanyakan pelajaran yang kurang jelas atau belum mereka pahami. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa kegiatan ini disebut belajar malam terbimbing karena adanya asatidz yang membimbing mereka yang selalu siap menjawab dan menjelaskan apa saja yang santri tanyakan kepada mereka. Para asatidz juga bertugas dalam mengingatkan para santri apabila ada diantara mereka yang bermalas-malasan atau bercanda dalam belajar.

Muwajjah juga mendidik para santri untuk memahami diri sendiri sejauh mana kemampun yang mereka miliki dalam hal belajar dan memahami kelebihan serta kekuranganya. Hal ini dikarenakan santri memiliki kebebasan dalam memilih pelajaran yang mungkin masih belum mereka pahami.

Metode pembelajaran Muwajjah terbilang lebih bebas, tidak terikat dengan metode mengajar yang tertera dalam buku tarbiyah. Dengan Muwajjah inilah santri dapat menemukan cara belajar yang efektif untuk dirinya, karena pasti setiap individu memiliki cara belajar yang berbeda-beda, ada yang diantaranya harus membaca dengan suara keras, ada yang hanya cukup dengan membaca di dalam hati, dan banyak lagi yang lainnya.

Sehubung dengan diadakannya Muraja’ah Ammah, Kegiatan Muwajjah pun lebih ditekankan lagi, para asatidz lebih aktif membimbing secara langsung, dengan bantuan dari santri kelas 6 yang turut menggerakkan santri agar keluar dari asrama dan mulai belajar. Semoga dengan kegiatan Muwajjah, dapat meningkatkan kualitas santri dalam pembelajarannya sehingga akademik di pondok ini semakin berkembang.