Kecil Menabung, Besar Akan Untung

DNKindergarten, 21/06

Sedini mungkin sebaiknya memang kita mengajarkan menabung pada anak. Untuk setiap usia anak, mungkin berbeda cara mendidiknya. Bagi anak yang masih belum bersekolah atau masih di TK, kita dapat mengajarkan kepadanya bahwa tidak semuabarang yang diinginkannya dapat dibeli. Misalnya saja, bila sang anak dibelikan mainan, maka ia tak dapat membeli es krim kesukaannya. Tak semua yang diinginkan sang anak harus pula dipenuhi.Pada anak usia ini, kita dapat mengajarkannya untuk mengenal dan memegang uang. Sang anak, misalnya,dapat diajarkan untuk membayar langsung di kasir.

Atau mengikuti teori Nathan Dungan, pendiri Share Save Spend, sebuah organisasi yang membantu anak muda dan dewasa untuk memiliki kebiasaan manajemen uang yang baik.

Berikan uang jajan kepada anak anda sejak umur 5 tahun. Ajarkan anak anda untuk:

1. Menabung 25% dari uang jajan tersebut

2. Membagi 25% dari uang jajan tersebut

3. Hanya boleh membelanjakan 50% dari uang jajan tersebut

Bagaimana untuk anak yang bersekolah di SD? Pada usia ini, sang anak dapat diberikan uang untuk jajan dan secara bersamaan juga uang untuk menabung. Disini kita dapat mengenalkan celengan hingga konsep menabung di bank. Anak dapat diajarkan bagaimana caranya menabung dan manfaat apa yang bisa dipetik darinya. Bila sang anak menginginkan sesuatu yang diinginkannya, misalnya mainan yang disukainya, ajarkan bagaimana caranya mendapatkan mainan tersebut dengan menabung di celengan. Bila uangnya telah cukup, ia dapat membeli mainan kesukaannya. Hal ini mengajarkan kepada anak betapa pentingnya menabung. Jangan berhenti menabung bila barang yang diinginkannya telah didapat. Seiring berjalannya waktu ketika uang yang ada di dalam celengan terisi penuh, Anda dapat mengantarkannya ke bank untuk menabung.

Sedangkan untuk mereka yang telah menginjak remaja, kita dapat mengajarkan mengenai tabungan yang berbentuk investasi. Misalnya, deposito, logam mulia, atau investasi lainnya. Untuk anak perempuan, kita mungkin dapat mengajarkannya untuk membeli emas atau kalung.

Anak yang tak biasa menabung, cenderung menghabiskan uang yang diberikan kepadanya. Apalagi bila orangtua hampir selalu mengabulkan permintaan sang anak. Orangtua dapat menjelaskan kepadanya, bahwa uang yang dihabiskan untuk jajan, maka tak ada yang bisa ditabungnya. Dan itu berarti ia tak dapat memiliki barang yang diinginkannya.

Orangtua yang bijak tentu saja juga melakukan hal yang sama. Tak mungkin mengajari anak menabung tapi orangtuanya sendiri tidak melakukannya. Mengajarkan menabung pada anak tak semata melalui buku tabungan atau celengan, tapi bisa dengan cara lain. Misalnya saja, ketika akhir pekan tiba. Kita dapat membiasakan untuk tidak makan di luar, walau kita mampu melakukan itu. Atau dalam pergi berakhir pekan, kita membawa bekal makan siang. Tentu saja masih banyak cara lain dalam mengajarkan anak untuk menabung. Jadi jangan lupa, sisihkan uang ()untuk menabung. Ayo menabung!

sumber : www.mail-archive.com

(sita,[email protected])