Kebencian, Sebab Mengotori Hati Kebencian, Sebab Mengotori Hati

Kebencian, Sebab Mengotori Hati

Janganlah kita mengotori hati dengan kebencian. Jika sudah membenci, penilaian terhadap seseorang akan terlihat buruk meskipun ia berbuat kebaikan.

Allah SWT. Berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 10 :

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Di dalam hati mereka ada penyakit, maka Allah menambah penyakit tersebut, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih akibat apa yang mereka dustakan” (QS. Al-Baqarah: 10)

Benci adalah penyakit hati, apabila rasa benci kepada seseorang masih bersemayam dalam diri, setidaknya ada tiga kerugian.

  1. Kebencian itu menutup kebaikan dan amal sholeh.
  2. Kebencian itu menggerogoti kesehatan
  3. Kebencian itu membuat hidup Anda gelisah.

Oleh karenanya, kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah dari penyakit hati tersebut, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Falaq ayat 5 “dan aku berlindung dari kejahatan orang yang hasad jika dia hasad”.

Apakah kita tidak boleh memiliki rasa benci?

Tentu boleh. Akan tetapi gunakanlah rasa benci itu pada tempat yang tepat. Bencilah perbuatan dosa, Bencilah kemaksiatan, Bencilah perbuatan yang merusak dan merugikan orang lain dan lingkungan, Bencilah sesuatu yang menjauhkan cintanya Allah kepada kita.

Untuk seseorang yg berbuat negatif pada diri kita maafkan dia, do’akan yang terbaik kepadanya, ajak ke yang baik, beri contoh yang baik dan tawakkal kepada Allah SWT.

Mari kita bersihkan diri dari hal negatif, kita kerahkan secara totalitas diri untuk positif dalam tutur, pikir dan perbuatan kita.

Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Semoga dosa-dosa kita diampuni Allah Ta’ala dan diterima amal ibadah kita.

Robbana Taqobbal Minna

Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami).

Aamiin Yaa Robb.

(DN/ahsanul)