Karyawan Mengaji

Menjadi karyawan, tidak lantas berhenti dalam menuntut ilmu, apalagi ilmu agama. Banyak sabda Nabi, yang mengetengahkan akan wajibnya bagi seorang muslim dan muslimah untuk menuntut ilmu. Begitu pula dengan hadits beliau yang mengatakan bahwa menuntut ilmu haruslah sedari buaian hingga ke liang lahat. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu sangatlah urgen bagi siapapun dengan profesi apapun, dimanapun, serta kapanpun selama ia seorang muslim dan muslimah.

Pesantren Darunnajah Cipining, eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam, mengambil tanggung jawab untuk selalu berperan sebagai pembangun ummat melalui dakwah dan menyebarkan ilmu. Dakwah, dapat melalui pendidikan baik formal maupun non formal. Hal ini dimulai dengan mendidik SDM yang ada di dalam pesantren. Salah satunya adalah para karyawan yang berada di pesantren.

Karyawan Darunnajah Cipining yang berjumlah kurang lebih + 50 orang setiap Senin malam Selasa mendapatkan pencerahan dan bimbingan dalam forum pengajian bersama pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc. “Sejauh ini, memang belum semuanya bisa ikut, ya kira-kira baru 30 orang yang bisa karena selainnya ada beberapa halangan. Namun, kita akan usahakan, nantinya semua karyawan bisa ikut pengajian ini” ujar Ustadz Mustajab, S.Pd.I, kepala biro rumah tangga.

Secara lebih lanjut, Ustadz Mustajab sebagai kepala biro yang membawahi karyawan pesantren ini mengatakan bahwa pengajian seperti ini dirasa sangat penting. Karyawan pesantren haruslah memiliki perbedaan. Mereka bekerja di pesantren, tidak saja mendapatkan imbalan (salary) namun juga mendapatkan tambahan wawasan agama.

Selain karyawan putra, karyawan putri yang terdiri dari para ibu-ibu juga tidak luput dari kegiatan pengajian ini. Pengajian mereka dijadwalkan pada setiap hari Kamis pagi. Sejauh ini, menurut Ustadz Mustajab terdapat sekitar 15 karyawati yang ada. Materi yang disampaikan pimpinan pesantren di dalam kedua pengajian ini meliputi Aqidah, Fiqih, dan Mu’amalah.

Aktifnya pimpinan pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc dalam mengisi pengajian karyawan ini seiring dengan kesibukan beliau mengisi berbagai pengajian yang ada. Di antara pengajian yang dipimpin beliau yaitu, majelis ilmi guru-guru pesantren di setiap pagi hari, majelis ta’lim bersama ibu-ibu masyarakat serta ibu-ibu keluarga pesantren, dan pengajian para santri yang dilakukan sepekan dua kali untuk santri berasrama dan non asrama.

Pengajian atau mengkaji ilmu agama, menurut pengakuan KH Jamhari merupakan kegiatan yang ingin dilakukannya secara maksimal. “Agama ini, tiada akan habisnya meskipun dikaji secara terus menerus. Semoga dengan maraknya berbagai pengajian yang kita lakukan, semakin baik juga agama kita dan agama masyarakat kita. Amin” (Wardan/Billah)