Kali Pertama Berpanitia, Santriwati Kelas 4 TMI Hidupkan Bhinneka Tunggal Ika Kali Pertama Berpanitia, Santriwati Kelas 4 TMI Hidupkan Bhinneka Tunggal Ika

Kali Pertama Berpanitia, Santriwati Kelas 4 TMI Hidupkan Bhinneka Tunggal Ika

Panggung Aula Kampus 1 riuh oleh gerak dan tepuk tangan. Kamis, 3 September 2026, para santriwati kelas 4 TMI menghidupkan kegiatan bertajuk Bhinneka Tunggal Ika (BTI). Bagi sebagian besar dari mereka, inilah pengalaman perdana memikul amanah sebagai panitia. Di balik riangnya tarian, tersimpan latihan panjang tentang disiplin dan tanggung jawab.

Kegiatan ini digerakkan oleh Bagian Pengasuhan Pesantren Darunnajah 2 Cipining, dengan bimbingan langsung Ustaz Iwan Setiawan. Seluruh peserta dibagi ke dalam struktur kepanitiaan yang lengkap, mulai dari ketua pelaksana hingga bagian-bagian pendukung di bawahnya. Melalui pembagian peran itu, setiap santriwati belajar menempatkan diri dan menuntaskan tugas masing-masing. Tema besar yang diusung adalah “Mengukir peradaban masa depan yang mengakar pada warisan Nusantara”.

Kali Pertama Berpanitia, Santriwati Kelas 4 TMI Hidupkan Bhinneka Tunggal Ika

Tema tersebut hidup dalam beragam penampilan yang menonjolkan kekayaan budaya Nusantara. Gerakan tari yang tak biasa menjadi salah satu daya tarik utama sepanjang acara berlangsung. Para pembimbing menilai kualitas kreativitas santriwati meningkat dibanding penyelenggaraan serupa sebelumnya. Ragam ekspresi itu menegaskan bahwa keberagaman dapat dirawat menjadi kekuatan bersama.

Perjalanan menuju panggung tak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar justru datang dari proses membimbing santriwati yang baru pertama kali mengenal dunia kepanitiaan. Mereka harus belajar berkoordinasi, mengatur waktu, dan menyelesaikan tugas di tengah keterbatasan pengalaman. Dari titik itulah nilai kesabaran dan kebersamaan tumbuh perlahan.

Bagi pembimbing, mendampingi para santriwati adalah tugas yang dijalani tanpa henti. “Tugas kami adalah membimbing dan selalu ada untuk anak-anak, agar jiwa serta mental mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, kuat, dan bertanggung jawab,” ujar Ustaz Iwan Setiawan, Pembimbing kegiatan Bhinneka Tunggal Ika.

Rasa lelah selama persiapan akhirnya terbayar ketika seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Para santriwati mengaku senang sekaligus bangga karena mampu bertahan hingga penghujung kegiatan. Momen tersebut menjadi bukti bahwa proses panjang selalu menyimpan pelajaran berharga. “Alhamdulillah, kami sama-sama merasa bangga karena bisa bertahan sampai titik ini,” tuturnya menambahkan.

Kali Pertama Berpanitia, Santriwati Kelas 4 TMI Hidupkan Bhinneka Tunggal Ika

Di balik gemerlap panggung, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam. Kepanitiaan mengajarkan bahwa amanah adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan dengan sepenuh hati. Semangat gotong royong dan keikhlasan berpadu dengan tekad menjaga warisan bangsa. Inilah wujud pendidikan karakter yang menautkan cinta budaya dengan ketakwaan kepada Allah.

Ke depan, hasil evaluasi kegiatan ini akan menjadi bekal untuk penyelenggaraan yang lebih matang. Pesantren berharap pengalaman perdana ini melahirkan generasi yang percaya diri dan amanah. Para wali santri dan masyarakat diajak turut mendukung tumbuhnya ruang-ruang kreativitas seperti ini. Sebab dari panggung yang sederhana, karakter besar sesungguhnya sedang ditempa.