Siapa sangka santri Darunnajah cipining ternyata banyak yang berminat menjadi seorang Terapis Thibbun Nabawi. Hal tersebut dapat terlihat jumlah santri yang mendaftar untuk bergabung di Healthy Students Community (HSC) atau Komunitas Bekam Santri dalam tiga kali pertemuan semakin meningkat. Awal sosialisasi dengan santri Putra, terdata ada 12 santri yang siap bergabung. Pertemuan kedua dengan santri Putri ada 42 orang yang juga bergabung dan menyatakan siap menjadi Kader Terapis. Hingga pada pertemuan ketiga yakni pada sesi Kuliah Umum tentang Ruqyah ada penambahan anggota sebanyak 16 orang santri putri, sehingga total menjadi 70 santri yang terdiri dari Santri Madrasah Aliyah dan Intensif menyatakan siap menjadi Kader Terapis dan belajar Thibbun Nabawi Dasar di Darunnajah Cipining.

HSC yang digagas oleh Ust Deni Rusman bersama Ibu Kyai dan mendapat dukungan sepenuhnya dari Pimpinan Pesantren ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader terapis yang baru. Mengingat terapis-terapis yang senior (terutama terapis akhwat yang telah menikah) menjadi terbatasi kesempatannya untuk praktek di klinik Darunnajah Cipining karena harus mengurusi keluarga, tugas lain dan lain sebagainya. Selain itu diharapkan juga minat santri terhadap bekam ini pun terjaga. Sehingga para santri dapat merasakan manfaat dari berbekam ini, dan juga sebagai sarana Ibadah Sunnah yang (masih boleh dibilang) unik.

Adapun tujuan dibentuknya komunitas belajar HSC ini antara lain sebagai berikut;

  1. Menularkan Ilmu Thibbun Nabawi kepada Santri Kader Terapis
  2. Melahirkan Kader terapis yang Ikhlas dan Bertaqwa
  3. Memelihara dan menampung minat santri untuk berbekam
  4. Membumikan Thibbun Nabawi
  5. Mengajak Umat untuk kembali kepada Sunnah dan Alam (bersifat alami)
  6. Menjauhi syubhat dari bahaya pola hidup yang serba Instant, dsb..

Kegiatan yang dilakukan setiap hari Selasa siang ini dilakukan di Klinik Darunnajah atau POSKESTREN. Namun mengingat anggota yang cukup banyak, maka diputuskan untuk menggunakan alam terbuka sebagai tempat belajar dan praktek beberapa macam bentuk terapi sederhana. Kalender Pendidikan yang digunakan menggunakan penanggalan Hijriyah, itu berarti bulan Muharram adalah bulan pertama masa pendidikan yang menurut rencana akan dilaksanakan selama setahun.  Seperti sekolah formal pada umumnya, kelompok belajar HSC ini akan melaksanakan Ujian Lisan, Ujian Tulis, dan Ujian Praktek, baik pada Semester, Mid Semester ataupun Akhir tahun. Bentuknya pun beragam, ada test keberanian dan survive, yang dengan itu diharapkan kedewasaan dan kematangan pengalaman belajar yang didapat lebih sempurna.

Yang paling menarik dari komunitas HSC ini adalah diwajibkannya untuk menjalankan Terapi Pola Hidup Nabi saw selama masa pendidikan yakni satu tahun. Jadi, walaupun pertemuan hanya seminggu sekali, namun selama enam hari tersebut, masing-masing anggota berusaha untuk menjalani pola hidup sehat yang sudah digariskan pada kurikulum HSC, yang disebut dengan Terapi Pola Hidup Nabi saw tadi. Diantara yang harus dilaksanakan adalah; melaksanakan Shalat Wajib lima waktu dengan berjamaah, melakukan ibadah-ibadah sunnah, melakukan segala aktifitas sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, memilih makanan yang Halal dan Toyib, menjauhkan diri dari dosa dan maksiat, meninggalkan Rokok, meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan masih banyak lagi.

Pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan beberapa waktu ini adalah dalam rangka sosialisasi di masa pra belajar. Karena untuk mempersiapkan terselenggaranya kegiatan yang berkualitas dan bermanfaat buat anggota tentu harus memiliki persiapan dan aturan main yang jelas buat anggota. Disamping itu juga perlu koordinasi dengan antar pengurus yang terlibat di HSC ini, antara lain Pimpinan Pesantren KH Jamhari Abdul Jalal, Lc sebagai Penasehat, Ust Trimo sebagai Pembimbing bersama Ibu Kyai, Ust Deni Rusman (Ketua HSC), Nani Karmila (Wakil), Usth Fitria Harda (Sekretaris), Usth Ririn Septiani (Bendahara), Ust Atijan Yani, Ust Hamdani dan Usth Rimah (bagian Humas).

Semoga apa yang telah dilakukan berbuah manfaat buat kemaslahatan umat, sehingga umat ini terjaga kesehatannya, terjaga pula aqidahnya dari berobat ke perdukunan yang jelas menyimpang dari ajaran Islam. Ingatlah bahwa Allah swt telah berfirman dalam surat Yunus ayat 57 yang berbunyi ;

“ Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. “

(WARDAN/Abu Adara)