Kader Darunnajah Ikuti Daueah di LIPIA

oleh : Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom
(Staff Biro Da’wah dan Kepala Asrama santri Putra Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor)
 
Pelatihan ini lengkapnya disebut Daurah Ta’hiliyyah Ula liddu’aat wal aimmah wa mu’allimiy ‘Ulum Syar’iyyah Wa ‘Arabiyah atau dalam bahasa Indonesianya Pelatihan Profesionalisme Perdana Bagi Para Dai, Imam dan Guru Ilmu Syari’ah dan Bahasa Arab. Hadir sebagai Muhadhir (tutor) beberapa Doktor dari Universitas Imam Muhammad Sa’ud Arab Saudi, mereka adalah Dr. Muhammad Fuhaid dan Dr. Abdul Karim Al Humaediy (Materi Aqidah islamiyyah), Dr. Abdullah Alluhaedan (Pendayagunaan Media Modern Dalam Pengajaran, Da’wah dan Berkomunikasi Dengan Orang Lain), Dr. Razeen Ar Razeen (Ketrampilan dan Seni Retorika) serta Dr. Ibrahim Al Maeman dan Dr. Abdurrahman Assanad (Materi Masaail Fiqhiyyah).

Peserta aktif dalam Daurah yang bertempat di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta Selatan ini mencapai 120 orang. Mereka merupakan utusan dari pondok pesantren, lembaga kursus bahasa Arab,  lembaga da’wah, perguruan tinggi dan  organisasi massa Islam seperti Muhammadiyah dan NU serta MUI. Di antara para peserta tampak Prof. Dr. Misnal Jazuli dari Universitas Imam Bonjol Padang, Dr. Ali Mishriy, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz dan Muhammad Iqbal Al Hafidz. Beberapa peserta merupakan alumni perguruan tinggi Islam yang bonafide di Timur Tengah seperti Universitas Islam Madinah, Al Azhar Mesir dan Africa International University Sudan. Adapun delegasi Darunnajah Cipining adalah Muhlisin Ibnu Muhtarom (Staff Biro Da’wah dan Kepala Asrama santri Putra) yang berangkat atas nama yayasan darunnajah bersama Ust. Abadi, Ust. Sifrul Akhyar dan Ust. Abdul Baits Jawahir (Ketiganya civitas Darunnajah Ulujami Jakarta).

Dalam teknis pelaksanaannya seluruh peserta dibagi kedalam 4 kelompok, dan pada umumnya utusan dari satu yayasan atau lembaga terbagi dan terpisah dalam kelompok-kelompok tersebut. Setiap hari mereka belajar selama 6 jam pelajaran: jam I,II (09.00 – 11.00), breaking, jam III,IV (11.20 – 12.55), Sholat Dhuhur, Makan Siang, jam V,VI (13.55 – 15.40), Sholat Ashar dan kembali ke tempat penginapan di Hotel kaisar Duren Tiga Jakarta Selatan. Mereka juga menggunakan kesempatan untuk sharing antar peserta secara informal pada waktu sarapan pagi di hotel, makan siang di LIPIA, dan setelah sholat Isya dan Shubuh di masjid sekitar hotel.

Dalam setiap sesi pertanyaan delegasi Darunnajah dan juga beberapa peserta lainnya tampak sangat  antusias untuk menggali lebih dalam berbagai hazanah keislaman, bahkan juga terjadi munadzarah antara tutor dengan peserta terutama yang berkualifikasi pendidikan S2 dan S3. Sangat terasa betapa pentingnya penguasaan disiplin Ilmu Pengetahuan Agama Islam. Dalam hal ini, hamasah (semangat) dan ghirrah (gairah) dalam beragama saja tidak cukup tapi musti dilandasi keilmuan yang standar.

Daurah ini berlangsung selam 8 hari diawali pada Sabtu, 31 Oktober 2009 dan merupakan kerjasama LIPIA dengan Pusat Pelayanan Masyarakat dan Pendidikan Berkelanjutan di Perguruan Tinggi. Dan Pada Sabtu malam, 7 November 2009 pukul 20.00 wib Daurah yang sangat penting ini ditutup secara resmi oleh Duta Besar Arab Saudi, Syaikh M Abdurrahman Al Ayat hadir pula dalam penutupan di lantai 2 gedung LIPIA tersebut beberapa tokoh Islam Indonesia  seperti Dr. Abdul Karim Muslih, Dr. Harun Rasyid dan juga KH. Sofyan Manaf, M.Si (Ketua Yayasan darunnajah bidang pesantren). Seusai penutupan segenap peserta mendapatkan Syahadah Daurah yang ditanda tangani rektor LIPIA  Dr. Abdullah bin Hudhaidhi Assilmiy. Setiap peserta juga dibekali satu dus kecil yang berisi 8 kitab: Tafsir Ibnu Katsir 4 jilid, Bulughul Maram, Riyadhus Shalikhin, Fathul Majid dan Ar Rahiqul Makhtum.