Kabar Dari Santri Program Super Excellent

Salah satu program unggulan pembinaan dan pendidikan pesantren Darunnajah Cipining adalah dibukanya kelas santri super excellent. Santri dalam program ini mendapatkan beasiswa penuh selama menempuh jenjang pendidikan TMI (Tarbiyatul Mu’allimin Wal Mu’allimat Al-Islamiyah-MTs/MA). Program yang kini diikuti oleh ratusan santri ini, baru mamasuki tahun ke-2.

Program utama dari kelas ini adalah menghapal Al-Qur’an selama 6 tahun. Hapalan ini secara bertahap dalam rentang kelas 1 TMI (VII MTs) hingga kelas 5 TMI (XI MA), serta pendalaman selama di kelas akhir (6 TMI/XII MA). Beriring dengan kegiatan mereka mengejar target hapalan setiap tahunnya, mereka diperkenankan belajar di kelas formal sebagai bentuk apresiasi pesantren kepada mereka.

Memasuki tahun ke-2 ini, peserta program sebanyak 33 orang, dengan rincian 12 putra dan 21 putri. mereka memiliki waktu-waktu khusus guna menghapal Al-Qur’an, yaitu ba’da sholah Shubuh, Ashar dan malam hari. Mereka juga mengikuti kegiatan ekstra wajib pesantren berupa latihan pidato (muhadloroh), pramuka, dan silat (santri putra). Kegiatan peningkatan SDM juga mereka dapatkan seperti pelatihan ketrampilan, dan penguasaan bahasa Arab dan Inggris.

Dari program ini, pesantren mentargetkan bahwa para hafizh alumni Darunnajah dapat masuk ke Universitas Ummul Qurro Makkah. Tujuan lainnya adalah agar mereka menguasai Al-Qur’an dan dapat memadukannya dengan kebutuhan masyarakat modern saat ini yang kompleks akan permasalahan zaman.

Selain kelas super excellent, pesantren juga memiliki kelas lain yang point pengelolaanya juga dititikberatkan pada program menghapal Al-Qur’an. Kelas ini bernama santri kader ‘Ashabunnajah’ atau anak asuh pesantren. Program ini dibuka bagi anak yang memiliki prestasi (akademik dan nonakademik) atau kemauan belajar yang tinggi namun berlatar belakang dari keluarga kurang mampu.

Sejak berdirinya pesantren ini 24 silam, anak asuh telah dibuka. Sehingga hingga saat ini pesantren telah memiliki ratusan santri, baik yang kemudian mengabdi di dalam pesantren maupun yang berjuang di luar pesantren.

Pada tahun ajaran 2011-2012 ini, sebanyak 70 santri terdaftar sebagai santri asuh. Selain mendapatkan kegiatan belajar formal, mereka memiliki tugas kepesantrenan sebagai pembinaan sikap dan mental, pendidikan tanggung jawab, serta memupuk pengalaman. Karena untuk berkembang, pesantren ini membutuhkan kader-kader yang berkualitas, dedikatif  dan inovatif. (wardan/Billah)