Jurnal Kongres BEM PTAI se Indonesia

{mosimage}JAKARTA/Dn.Com_kamis-Ahad, 29 Mei-01 Juni 2008 lalu, BEM STAIDA mengutus 3 dari anggotanya untuk mengikuti kongres BEM PTAI se Indonesia yang berlangung di kampus UIN Syarief Hidayatullah dan Wisma Haji pondok Gede Jakarta Timur. Tema yang diangkat pada acara ini adalah merajut gerakan mahasiswa menuju kamandirian bangsa. Adapun yang dibahas adalah realitas yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini diantaranya adalah masalah BBM dan perbedaan kurikulum PTAI swasta dan negeri. Dari 359 PTAI yang diundang, hanya 47 PTAI saja yang hadir, diantaranya adalah STAI Darunnajah yang diwakli oleh saudari Eliza, saudara Ebit Iswandi dan Choiri Ramadhan.

 

Dari informasi yang kami dapat, kegiatan dimulai dari hari Rabu, 28 mei 2008 yang diisi dengan pendaftaran peserta yang merampung nomor telpon, fax dan email yang diorganisir oleh panitia pelaksana, dalam hal ini adalah mahasiswa UIN Syarief Hidayatullah Jakarta yang bertempat di Sekretariat BEM UIN Jakarta. Kemudian acara inti dimulai pada hari esoknya kamis (29/05) pada pukul 14.30 – 15.45 di Auditorium utama kampus UIN jakarta. Acara dimulai dengan pembukaan yang dipimpin oleh sang master of ceremony, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Lela Yuliani dan terakhir adalah kata sambutan yang disampaikan oleh Ketua panitia Ahmad Sugiono, rektor UIN Jakarta bapak komarudin Hidayat dan Menteri Agama RI bapak Maftuh Basyuni. Kemudian setelah pembukaan acara dilanjutkan ke pemberan materi dalam Seminar pada pukul 19.00 – 21.30 WIB di tempat yang sama, Auditorium utama kampus UIN Jakarta dengan tema "memperteguh visi PTAI dalam membangun kemandirian bangsa" yang disampaikan oleh 6 pembicara dari 8 pembicara yang direncanakan, diantaranya menteri komunikasi dan informasi, bapak M. Nuh, bapak Adyaksa Dault menteri pemuda dan olehraga, bapak Komaruddin Hidayat rektor UIN Jakarta, bapak Margani Kadoin DIKMENTI DKI Jakarta, bapak Musthofa Abu Bakar Dirut BULOG dan terakhir bapak Emha Ainun Najib (Cak Nun) dan Kyai Kanjeng.

{mosimage}Setelah seminar berakhir, para peserta beserta panitia berangkat dari kampus UIN Jakarta menuju Wisma Haji pondok Gede Jakarta Timur pada pukul 21.30 WIB dan tiba sekitar pukul 05.00 WIB pagi yang dilanjutkan dengan shalat subuh berjama'ah dan Olahraga. Jadwal berikutnya dari panitia untuk hari jum'at (30/5) pukul 09.00 WIB adalah diskusi kebangsaan yang dipimpin oleh menteri PDT RI Lukman Edi. Dan di pukul 13.30 WIB di Wisma Haji DEPAG Pondok Gede acara dilanjutkan ke seminar 2 dengan tema pembahasan tentang "Konsolidasi Demokrasi dalam Membangun Identitas bangsa" yang disampaikan oleh bapak ketua badan pekerja pusat front persatuan nasional yang berakhir di pukul 15.00 WIB. Kemudian di pukul 15.30 – 17.00 WIB acara dilanjutkan dengan seminar ke-4 dengan pembahasan "Konstruksi Indonesia baru;reformulasi Gerakan Mahasiswa dalam Sistem kenegaraan" yang disampaikan oleh bapak maruar Sirait Ketua taruna Merah Putih, bapak Dr. Ir. Akbar Tanjung dan bapak Rodli Kaelani ketua umum PB PMII.

Acara puncak dari kegiatan Kongres BEM PTAI se Indonesia  berlangsung pada jum'at malam pukul 19.00 WIB, yakni sidang komisi kongres BEM PTAI se Indonesia yang dibagi dalam 3 komisi beserta pembahasannya, yakni :

 1.       Komisi A (PROBLEM INTERNAL KAMPUS)

2.       Komisi B (ISU-SU KENEGARAAN DAN KRISIS BANGSA)

3.       Komisi C (REKOMENDASI)

Sidang komisi terus berlanjut sampai hari sabtu, dan pada hari Ahadnya para peserta mengadakan kegiatan beres-beres sebelum meninggalkan wisma haji untuk pulang ke masing – masing kampus.

Dari salah satu peserta kongres yang kami Tanya menyatakan kekurangpuasan atas adanya kongres BEM kali ini, pasalnya saat para peserta pulang ke kampus masing-masing, para peserta belum mendapatkan hasil dari pada siding komisi tersebut, yang pada dasarnya menjadi inti dari kegiatan. Semoga kongres yang akan datang lebih terorganisir lagi.