Jika Santri Bersosialisai Dengan Masyarakat TNI

 

Kelompok ini merupakan kelompok ke 22 dari 96 kelompok/kafilah Safari Da’wah yang  mendapatkan tugas belajar bermasyarakat. Amir/ketua kelompok yang bernama ‘Ibnu Hajar al Atsqolani’ ini adalah Sopyan Tsauri, santri kelas 6 TMI / XII MA Darunnajah dan dibimbing oleh ustadz Muhammad Hamdhani. Berikut adalah daftar anggota kelompok 22:

 

No

Nama

Kelas

Asal

1.       1

Sopyan Sauri

6 TMI/ XII MA

Pandeglang

2.       2

Teguh Wildan

4 TMI/ X MA

Bogor

3.       3

Ahmad Munaqisy

4 TMI/ X MA

Makassar

4.       4

Ambo Asnan

3 TMI/ IX MTs

Jambi

5.       5

Gusti Utomo

3 TMI/ IX MTs

Bogor

6.       6

Aziz Pangestu Ramadhan

1 TMI / VII MTs

Jakarta

7.       7

Fauzi Yusuf S

1 TMI / VII MTs

Bogor

8.       8

Rahmat Tri Aditya

1 TMI / VII MTs

Bogor

9.       9

Fahd Fadli

1 TMI / VII MTs

Bogor

1.   10

Asep Mulih

1 TMI / VII MTs

Bogor

 

Musyrif/Pembimbing, Amir/Ketua dan Anggota Kelompok 22

Boleh dibilang kelompok ini cukup spesial dari sisi lokasi kegiatan, mengingat mereka belajar bermasyarakat di komplek Sekolah Staf dan Komandan Angkatan Laut (SESKOAL), tepatanya di Jl. Laut Maluku No. 48 Komplek SESKOAL Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Hal ini dimungkinkan karena kesiapan dan kesediaan bapak Pelda Supadmo  dan ibu Turini  (wali santri dari Aziz Pangestu Ramadhan  santri kelas VII TMI) untuk menjadi ahlu bait/tuan rumah kegiatan fovorit santri tersebut.

Santri Gemar Bersilaturrahmi: Luas Relasi, Banyak Rizki

 

Meskipun berada dilingkungan warga TNI, ternyata para santri tetap bisa bersosialisai dengan baik. Indikator yang mengarah pada kesimpulan tersebut antara lain; mereka bisa diterima untuk bersilaturrahmi kepada para tokoh, bahkan dengan diadakan pertemuan di Masjid at Taqwa bersama para tokoh dan masyarakat. Sebagian santri juga diberi kesempatan untuk menyampaikan ceramah.

Di samping kegiatan bersama masyarakat seperti sholat 5 waktu berjama’ah dan pengajian, para peserta Safari Da’wah juga aktif melaksankan kegiatan di intern kelompok mereka seperti membaca al-Qur’an, dzikir pagi dan petang (alma’tsurat), mudzakaroh adab harian, qiyamullalil, musyawarah dan khidmah masjid (bersih-bersih masjid). Pada sesi perpisahan yang diadakan pada malam Rabu, para santri juga mempersembahkan pidato 3 bahasa Arab, Inggris dan Indonesia.

Salah-satu santri sedang menyampaikan Ta'lim

 

Meskipun hanya dalam waktu yang sangat singkat, 1-3 Shofar 1433 H / 26-28 Desember 2011 para santri ini bisa membuat kesan baik di hati masyarakat Seskoal. Berikut ini adalah kesan dan pesan dari mereka:

  • Dari Tuan Rumah (Bpk.Pelda Supadmo):

“Wah bagus ada kegiatan ini karena kegiatan ini bisa mendidik anak menjadi mandiri.

Belajarlah sungguh-sungguh selagi masih muda!”.

  • Dari Pengurus Masjid (Bpk. K. Nanang):

“Jadilah manusia yang berguna bagi orang lain dan diri sendiri. Inilah calon-calon pemimpin masa depan!”.

Akrab Dan Hormat Kepada Tuan Rumah
  • Dari Ketua TPA (Bpk. Mulyadi):

“ Perbanyaklah silaturahmi jika kalian ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan riskinya. Kedatangan santri itu adalah berkah!”.

Para Santri Sedang Belajar Bermusyawarah

 

Berguru kepada yang lebih Tua, Bergaul dengan Teman Sebaya dan Mengajari Adik Kelasnya!
Berda'wah tidak selalu harus dengan ceramah!

Ada juga harapan dari masyarakat agar Safari Da’wah ini bisa diperpanjang pelaksanaannya, mengingat pada saat itu kondisi anak-anak sekolah sedang liburan sehingga bisa menjadi kegiatan yang positif. Para santri ini juga menyatakan sangat senang karena bisa secara langsung melihat disiplin angota TNI. (WARDAN/ Abu Ezzat El Wazira).