Darunnajah Kirim 10 Santri Terbaik dalam Program Pembinaan Karakter Maritim TNI AL 2025: Kolaborasi Strategis Pesantren dan TNI Angkatan Laut Membentuk Generasi Maritim Berkarakter Darunnajah Kirim 10 Santri Terbaik dalam Program Pembinaan Karakter Maritim TNI AL 2025: Kolaborasi Strategis Pesantren dan TNI Angkatan Laut Membentuk Generasi Maritim Berkarakter

Darunnajah Kirim 10 Santri Terbaik dalam Program Pembinaan Karakter Maritim TNI AL 2025: Kolaborasi Strategis Pesantren dan TNI Angkatan Laut Membentuk Generasi Maritim Berkarakter

Pondok Pesantren Darunnajah kembali menorehkan prestasi dengan mengirim 10 santri terbaik untuk mengikuti Program Pembinaan Pembentukan Karakter Maritim (PPKM) TNI AL 2025. Program berlangsung 18–30 November 2025 dengan rute pelayaran Jakarta–Batam–Tanjung Uban–Jakarta menggunakan KRI dr. Soeharso 990. Para santri terpilih melalui seleksi ketat mencakup akademik, fisik, mental, dan kepemimpinan.

Pimpinan Darunnajah, KH Dr. Sofwan Manaf, M.Si dan KH Hadiyanto Arief, SH., M.Bs, menyatakan bahwa kolaborasi dengan TNI AL adalah langkah strategis membentuk generasi berkarakter, disiplin, dan berwawasan kebangsaan. Kontingen dipimpin Ustadz Muhammad Wahyu Susanto, S.A.B, dengan keberangkatan dari Dermaga Kolinlamil pada 18 November dan pelayaran dimulai 19 November.

Program PPKM mencakup pembinaan kedisiplinan dan kepemimpinan, wawasan kemaritiman, keterampilan pelayaran, serta pembinaan mental dan spiritual. Para santri mempelajari navigasi laut, sejarah maritim, keselamatan pelayaran, hingga strategi pertahanan laut. Shalat berjamaah, kajian keislaman, dan pembinaan akhlak juga menjadi bagian penting program.

Keikutsertaan ini memberikan manfaat besar bagi santri, pesantren, dan bangsa. Para peserta memperoleh pengalaman transformasional, sertifikat TNI AL, jejaring nasional, serta peningkatan kepercayaan diri. Bagi Darunnajah, program ini memperkuat reputasi sebagai pesantren modern yang adaptif dan kolaboratif. Secara nasional, PPKM berkontribusi membentuk SDM maritim dan kesadaran bela negara.

Setibanya di Batam, peserta mengikuti kunjungan ke pangkalan TNI AL, observasi industri maritim, interaksi masyarakat pesisir, dan praktik kepemimpinan. Para orang tua, alumni, dan pihak TNI AL memberi apresiasi atas kualitas santri Darunnajah. Pimpinan pesantren menegaskan komitmen untuk terus mengirim peserta dan bahkan menyiapkan kurikulum kemaritiman.

Program ini menjadi investasi menuju Indonesia Emas 2045, menggabungkan spiritualitas pesantren dan kedisiplinan militer untuk membentuk generasi maritim berkarakter. Semoga para santri Darunnajah menyelesaikan program dengan sukses dan kembali membawa inspirasi bagi generasi berikutnya.