Jika Jauh Maka Bersiap-siaplah

Belajar Adalah Kunci Dari MasalahDalam mahfudzot dikatakan ” barang siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan maka bersiap-siaplah.”  benar memang kenyataanya, jika kita tau seberapa jauh kita akan melangkah, maka tentulah harus menyiapkan semuanya. maksudnya begini, semisal kita akan menghadapi sebuah ujian yang menentukan kelulusan sekolah, seperti ujian nasional, ujian pondok ataupun ujian Niha’i (kelas akhir) tentulah kita harus menyiapkan kualitas kemampuan berfikir, mental, dan juga pengetahuan, untuk menghadapi hal semacam itu, maka tentulah kita harus menyiapkan diri dari jauh-jauh hari. jangan sampai satu hari sebelum ujian barusan belajar. jika kita tahu ujian itu sulit, maka  haruslah belajar dari sebulan hari H,agar siap juga matang dan sukses dalam mengahadapi ujian. pun halnya dengan saat kita ingin berpergian jauh. tentulah harus menyiapkanperbekalan sesuai dengan kebutuhan bukan ? jika tidak, maka hal-hal yang tidak ingin terjadi bisa terwujud misalnya b: kekurangan baju, kehabisan uang untuk transpot dan makan ataupun hal-hal lain yang menghambat kelancaran perjalanan. maka dari itu kita harus menyiapkan seluruhnya ketika kita tahu seberapa jauh dan sulit menhadapi sebuah perjalanan dan rintangan.