Belajar Adalah Jihad,Maka Perhatikan Kualitas Pendidikan

untuk menolong agama Allah adalah dengan cara jihad, banyak orang yang salah berparadigma mengenai hal ini. Berjihad yang dimaksud adalah angkat senjata dan berperang di medan yang telah ditentukan. Padahal tak hanya itu, banyak cara untuk menjadi mujahid salah satunya dengan cara menuntut ilmu. Dalam artikel ini kami akan menjelaskan beberapa hal dan meluruskan paradigma yang salah mengenai jihad itu sendiri.
Definisi jihad :
Jihad menurut KKBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah sebagai usaha untuk mencapai sebuah kebaikan. Atau bisa diartikan juga sebagai : usaha yang dilakukan sungguh-sungguh untuk membela Agama Islam dengan mengorbankan harta, benda jiwa juga raga.
Maka disini bisa kita simpulkan bahwasannya jauh sekali pandangan kebanyakan orang yang salah memandang arti mengenai jihad, karena arti jihad menurut Bahasa sendiri bukanlah berperang ataupun mengangkat senjata. Tapi lebih luas dari pada itu, jihad adalah usaha kita untuk membela agama islam dengan mengorbankan Jiwa,raga, dan harta untuk ,mencapai sebuah kebaikan.
Gazwu fikr (perang pemikiran)

Perlu kita ketahui bersama, di zaman globalisasi yang mulai rumit ini untuk meruntuhkan kebaikan tidak menggunakan kekerasan lagi, namun menggunakan hal yang lebih mematikan yakni memberikan doktrin-doktrin buruk untuk menguasi pemikiran. Tentu kita bisa melihat fakta yang terjadi saat ini, sekarang adalah zaman yang telah krisis akan moral dan akhlak, apakah itu musabab dari sebuah bilah pisau atau tajamnya pedang ? tentu jawabannya tidak. Umat muslim yang mengaku islam kini hanya sebatas status yang tercantum pada KTP ( Kartu Tanda Penduduk) namun pada kenyataan dan perilaku kesahariaanya sangat jauh dengan syari’at. Mengapa ? jawabannya ya itu karena masuknya pengaruh-pengaruh yang jelek pada peikiran kita. harus ada yang memastikan bahwasanya belajar adalah jihad.
Akibat Dari Gazwu Fikr
Dengan terpengaruh pemikiran akan berdampak pada perilaku. Islam tidak bisa dikalahkan dengan pedang dan pisau atau dalam artian dengan cara berperang, karena keberanian umat Islam tidak usah diragukan lagi. Tentu, Orang yang mengaggap Islam adalah musuh tidak akan menyerah pasti mereka mencari celah untuk menjatuhkan islam. Dan jawabannya sudah mereka dapatkan. Bisa kita lihat sekarang semua teknologi yang kita nikmati, semua informasi yang kita dapatkan dikuasai besar-besaran oleh kaum yahudi atau orang kafir. Mereka menyusipkan pengaruh yang tidak baik. Faktanya banyak film, buku, video ataupun lagu yang tidak layak dikonsumsi atau didapatkan oleh khalayak public. Tapi banyak orang yang tidak menyadari akan hal itu. Walhasil, perilaku mereka menunjukan kehancuran. Rusaknya raga, sakitnya raga lebih baik dibanding rusaknya pemikiran dan perilaku. Karena rusaknya pemikiran dan perilaku akan lama pulihnya. Ini akibat kurangnya pengetahuan dan wawasan mengenai agama dan ilmu dunia. maka bisa dipastikan belajar adalah jihad.
Kerusakan Yang Terjadi adalah Tanggung Jawab Para Pemuda
Pemuda adalah golden age atau bisa diartikan sebagai orang yang sedang berada di usia yang paling baik. Karena pemuda sudah memiliki pemikiran yang matang dan emosianl yang seimbang. Ia sedang dalam masa-masanya ingin banyak berinovasi dan berkreasi. Maka tidak salah dan juga tidak berlebihan bila dikatakan pemuda adalah harapan bangsa Indonesia dan Agama Islam. Karena Syubanul yaum Rijalul ghad yang artinya “pemuda sekarang adalah pemimpin yang akan datang.”
Kerusakan dan krisis moral ini adalah bagian dari tanggung jawab yang harus di perhatikan dan diperbaiki oleh para pemuda. Mengingat potensi besar yang dimiliki oleh para pemuda tersebut. Tentu dengan pengetahuan, wawasan dan pengalaman yang baik.
Tangani kerusakan Moral yang terjadi dengan Memperbanyak Belajar
Bagaimana menangani Kerusakan zaman yang terjadi saat ini ? dengan banyak belajar. Belajar apa saja. Jangan membeda-bedakan antara ilmu dunia dan akhirat, kedua kubu ilmu tersebut sama saja, sama-sama bermanfaat dan sama-sama berguna. Karena dengan banyak memberikan manfaat didunia kita bisa banyak meraup pahala yang banyak, karena pada dasarnya dunia ini ibaratkan ladang kita untuk menanam dan haslinya akan kita dapatkan nanti di Akhirat. Wallhu’alam. Hanya Allah yang tahu. Ada Bahasa seperti ini, “untuk apa kita belajar computer ? tidak akan ditanya kok diakhirat nanti.” Lah bukankah Islam justru terbelakang karena teknologi ? semua akses dan media dikuasai oleh mereka yang justru ingin melihat islam hancur. Maka jangan pernah beranggapan bahwa ilmu-ilmu dunia itu tidak penting. Jusrtu itu adalah modal kita untuk menolong Agama-nya Allah, memang benar Allah tidak butuh ditolong karena Ia adalah penguasa segala hal. Namun, harus kita ingat ini adalah sebagai ikhtiar kita untuk mendapat pertolongan-Nya kelak di hari pembalasan dan di akhirat.
Janji Allah untuk Para penolong Agama-Nya
Dalam Surat Muhammad ayat 7 dikatakan “ hai, orang-orang mukmin, jika engkau menolong agama Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Dalam artian apa yang kita lakukan tentu tidak akan sia-sia setiap kebaikan pasti akan dibalas dengan kebaikan pula, walaupun hal itu hanya sebesar bji zahrah. Jika kita menolong Agama-Nya maka Allah pun akan Menolong kia dalam hal apapun.
Belajar Adalah Kewajiban setiap Muslim
“ Thalabul Ilmi Faridhatun ‘Ala Kulli Muslimin Wal Muslimat” yang artinya “ Menuntut ilmu ialah kewajiban bagi setiap mulim dan muslimah.” Sangat tepat yang dikatakan dalam kutipan diatas, karena dengan pengetahuan dan wawasan yang baik sangat berpengaruh dalam berkompetisi di era globalisasi ini. Maka, bagi siapapun diri yang mengaku sebagai muslim Belajar adalah sebuah kewajiban yang harus kita penuhi. Karena sekarang untuk mencapai kemenangan ataupun kegemilangan dalam berprestasi tidak hanya cukup dengan kerja keras saja, harus diiringi dengan pengetahuan yang luas.
Hati-Hati Memilih Lembaga Pendidikan
Lembaga Pendidikan Semua tujuannya sama, sama-sama berjuang untuk mencapai kebaikan.karena belajar adalah jihad. Tapi perlu diingat tidak semua lembaga pendidikan yang memperhatikan semua aspek. Maka, hati-hati dalam memilih lembaga pendidikan, cari lembaga pendidikan yang tidak hanya mengutamakan aspek keilmuannya saja tapi bersamaan dengan skill dan mentalitas. Karena zaman menutut kreatifitas. Seperti halnya pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Darunnajah yang memperhatikan pendidikan di dalam kelas dan diluar kelas. Karena sesuai dengan Visi besar Darunnajah yakni : mencetak kader-kader pemimpin umat yang mutafaqih fii diin dan munziraul kaum.
Rekomendasi Lembaga Pendidikan Yang baik
Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 berusaha melaksanakan pendidikan yang berdasarkan sistem pendidikan Islam sebagai upaya mengembalikan umat di masa depan kembali ke fitrahnya sebagai seorang muslim. Maka dalam operasional kegiatan pembelajaran di pesantren ini berdasarkan kepada kepentingan yang mengacu kepada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan dilandasi dengan Keimanan dan Ketakwaan.