Begitulah salah satu quote yang disampaikan oleh Ust. Anton Septiono. S.Pd.I selaku pemateri Majelis Ilmi Asaatidz Keluarga pada Kamis, 14 Maret 2019 di Ruang Sekretariat Pesantren Darunnajah 2 Cipining.

Majelis Ilmu
Majelis Ilmu

Majelis Ilmi Asaatidz Keluarga dilaksanakan setiap sepekan sekali, yaitu hari Kamis usai Sholat Shubuh, sekira pukul 05.30 – 06.15 WIB.

- Advertisement-

Jamaahnya adalah dewan guru dan karyawan yang sudah berkeluarga dan tinggal di lingkungan Pesantren Darunnajah 2 Cipining, mulai dari Blok Kapling, Kampus 2, Kampus 1, Blok Mewah (Mepet Sawah), Kampus 3 dan Blok Sa’idiyah.

Kepala Bagian Pengajaran dan Peribadatan, Ust. Saeful Bahri, S.Pd.I setiap usai kajian bertugas menunjuk dan menginformasikan pemateri berikutnya sesuai urutan tempat tinggal mereka.

Konklusi dari Majelis Ilmi Shubuh tadi adalah sebagai berikut:

Nikmat sehat, nikmat waktu luang sering terlalaikan oleh manusia. Namun ketika sakit, sangat sibuk, mereka baru tersadar betapa nikmatnya badan sehat dan punya waktu luang.

Kita sering risau dengan nikmat yang belum Allah berikan, tapi jarang sekali risau akan tercabutnya nikmat Allah dari diri kita walaipun sedikit.

Padahal nikmat atau rezeki yg telah Allah berikan kepada kita bila disyukuri maka akan senantiasa bertambah.

Sebagaimana tercantum dalam Surah Ibrahim ayat 7.

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Kebanyakan manusia enggan dan menunda untuk bersyukur. Menunggu bahagia dulu baru bersyukur. Ini keliru, mestinya bersyukurlah dahulu niscaya kita akan bahagia.

Semua yang ada pada diri kita ini adalah titipan, maka harusnya kita jaga titipan itu sebaik-baiknya, tidak boleh rusak.

Pun saat titipan tersebut diambil oleh yang punya, maka kita harus rela. Begitulah filosofi tukang parkir.

Sering kita gagal paham, yaitu terus-menerus mendapat nikmat dari Allah tapi lupa kepada yg telah memberi nikmat.

Allah berfirman dalam Surah An Nisa ayat 147.

مَّا يَفۡعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمۡ إِن شَكَرۡتُمۡ وَءَامَنتُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمٗا

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.”

Beberapa Kunci Pengundang Nikmat :

  1. Yakinlah bahwa nikmat yang kita dapatkan pasti datangnya dari Allah, walaupun lewat perantara manusia.
  2. Ucapkan Alhamdulillah tiap mendapat kenikmatan. Mensyukuri nikmat itu lebih afdhol daripada nikmat itu sendiri.
  3. Berterimakasih atas kebaikan orang lain. Karena barangsiapa tidak berterimakasih kepada manusia maka sama halnya dengan tidak bersyukur kepada Allah.
  4. Jadikan setiap kenikmatan itu sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah.
  5. Menceritakan nikmat yang kita dapatkan. Harapannya, agar orang lain turut bersyukur atas nikmat yang kita dapatkan. Bersyukurlah.

Usai materi, seperti biasa ada sesi tanya jawab.

Ust. Kamilin, “Bagaimana contoh real mensyukuri nikmat yg belum Allah beri?”

Ust. Ismail menjawab, “Kita berharap masih akan diberi nikmat. Itu contohnya.”

Ust. Kamilin bertanya lagi, “Bagaimana saat rasa syukur itu kemudian bersanding dengan keresahan. Misal, kita punya anak dan kita asuh serta didik anak tersebut sebagai bentuk syukur kita, tapi saat berpisah karena menuntut ilmu ke tempat yang jauh timbul keresahan. Bagaimana menghilangkan keresahan itu?”

Ust. Anton menjawab,  “Jalinlah komunikasi dengan anak, sehingga terus terpantau dan kita menjadi tidak resah.”

Ust. Ismail menambahkan, “Syukur dan resah memang tidak terpisahkan, dari zaman dahulu memang begitulah garisnya.”

Ust. Faruq melengkapi, “Bila keresahan masih muncul, bisa jadi unsur syukurnya belum lengkap. Karena syukur itu meliputi 3 hal: Qouliyah, Qolbiyah dan Fi’liyah. Bila sdh lengkap sampai pada tingkat qolbiyah, maka boleh jadi keresahan itu justru akan disyukuri.

Sebagai closing statement Pak Kiai Jamhari Abdul Jalal, Lc menambahkan, “Syukur akan berbanding lurus dengan ditambahnya nikmat.

Melaksanakan amanat sebaik mungkin juga bagian dari kesyukuran. Terus tingkatkan kesyukuran.

Sehat kita, ilmu kita, harta kita, manfaatkanlah sebaik mungkin. Perbanyak sodaqoh, maka rezeki akan terus bertambah.”

(WARDAN/IG Qotada)

Tentang Kami

Darunnajah menyelenggarakan lembaga pendidikan yang lengkap dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pesantren sampai Perguruan Tinggi. Berikut ini kami sampaikan brosur berisi informasi profil lembaga, pendaftaran, biaya, lokasi, nomor kontak, fasilitas, kegiatan, prestasi, dan informasi-informasi penting lainnya. → Klik disini

Punya Pertanyaan?

Kami siap membantu anda. Sampaikan pertanyaan, saran dan masukan anda kepada kami. Silahkan isi form kontak yang telah kami sediakan. Klik pada link berikut ini → Klik disini

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor menyelenggarakan pendidikan Pesantren Modern untuk santri putra dan putri mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, MTs (Tsanawiyah), MA (Aliyah), SMP, SMA, SMK sampai Perguruan Tinggi. Pesantren ini memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, Nasional dan Salaf. Darunnajah Cipining menyediakan banyak beasiswa untuk santri berprestasi dan santri tahfidz Al-Qur'an. Kegiatan santri antara lain: Shalat berjamaah 5 waktu, mengaji Al-Qur'an, menghafal Al-Qur'an (tahfidz), percakapan bahasa arab dan inggris, latihan organisasi, latihan pidato, olah raga, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, silat, jurnalistik, drum band, dll. Kampus Darunnajah Cipining berada di atas lahan seluas 170 hektare, di Cigudeg Bogor Jawa Barat. Dengan pemandangan alamnya yang sangat indah pesantren ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mini market, asrama, koperasi, guest house (penginapan), lapangan olahraga, sekolah, perkantoran, laboratorium, komputer, internet, dll.