
Santai berarti bebas dari rasa ketegangan, dalam keadaan bebas dan senggang. Sadar tidak sadar, kita seringkali terjebak pada lingkungan yang tidak sehat secara emosional. Lingkungan yang memaksa kita menjadi orang lain, menuntut kita menjadi begini dan begitu. Iya, kalau perubahan dan tuntutannya menuju ke arah baik tentu tak masalah, kalau menuntut perubahan gaya hidup yang di luar batas kita misalnya?
Orang-orang saling berlomba untuk lebih dulu mencapai garis akhir. Jika tak mampu berlari cepat, maka jangan harap pekerjaan, tugas, relasi, dan masa depan dapat jaminan.
Apapun alasan yang membuat tampak santai, tetap akan ada pandangan negatif yang akan menilai. Sekalipun kita santai karena pekerjaan yang telah selesaipun, akan terlihat kurang produktif ataupun tampak seperti tidak memiliki sikap loyalitas pada perusahaan atau lembaga. Ini dapat mengancam posisi yang ada, jika perusahaan memiliki talenta baru yang lebih produktif. Maka dari itu sebaiknya kita harus tetap melakukan sesuatu yang lebih produktif.
Bisa tetap bersantai namun dengan melakukan hal-hal baru yang dapat bermanfaat untuk perusahaan dan diri anda sendiri. Lalu, menghabiskan waktu santai sambil membantu sedikit projek yang lain, ataupun sedikit diskusi ringan dengan senior untuk membahas masalah perusahaan ataupun hal lainnya.
Ketika merasakan kerja yang sangat santai akan membuat bahagia, sehingga tidak perlu memikirkan banyaknya tugas yang segera deadline. Namun Seiring dengan berjalannya waktu, rasa bahagia dari kerja santai akan berubah menjadi kebosanan. Merasakan pekerjaan yang saat ini diberikan tidak dapat mencerminkan kemampuan yang sebenarnya dimiliki.
Dan merasa bahwa perusahaan tidak lagi peduli terhadap bakat dan kemampuan yang kita miliki. Ketika hal ini terus berlanjut, maka semangat kerja akan turun dan justru pekerja yang dianggap terlalu mudahpun tetap saja membuat tidak produktif. Ini akan membuat stess berkepanjangan, menjadikan kita tidak menikmati proses pekerjaan yang ada.
Saat pekerjaan sudah terlalu nyaman dan santai, diposisi ini akan masuk dalam kondisi zona nyaman. Tidak perlu lagi bersusah-susah mencari koneksi dan tidak lagi ingin berusaha mencari informasi pekerjaan baru yang lebih baik. Walaupun sebenarnya ada rasa ingin untuk mencari pekerjaan baru yang bergaji tinggi, namun merasa sayang untuk melepas pekerjaan yang sekarang. Karena belum tentu dipekerjaan baru nanti, bisa kerja santai dan menghabiskan waktu untuk melihat barang terbaru di toko online favorite kalian?
Disaat seperti inipun “Loyalitas” menjadi salah satu kata yang akan menjadi alat pembenaran untuk tetap berada diposisi sekarang. Dan juga telah lupa untuk mempelajari hal-hal baru, yang dapat meningkatkan kemampuan atau skill dibidang lain. Dan semua hal ini terjadi karena telah merasa nyaman, namun lupa jika peluang diluar masih begitu besar.
Padahal justru untuk mendapatkan pengalaman dan kemampuan kerja yang baik adalah ketika harus menghadapi masalah dan tantangan kerja yang tinggi. Disetiap kesalahan akan belajar satu hal baru. Di setiap tantangan yang melebihi kemampuan kita saat ini, maka harus belajar untuk bisa meningkatkan kemampuan lebih dari yang saat ini dimiliki. Tentunya semua pelajaran berharga tersebut tidak akan didapat, jika selalu mengerjakan tugas yang mudah.
Bahkan lebih buruknya lagi, pekerjaan yang terlalu mudah ini membuat merasa tidak butuh lagi belajar dan mengembangkan skill baru. Karena telah puas dengan kemampuan yang sekarang, tanpa melihat jika suatu saat nanti akan ada tantang sangat besar yang dapat “membunuh” karir kalian.
(DN.COM/almas_khalishah)