Islamic Book Fair 1433/2012

Islamic Book Fair (IBF) menjadi pameran buku Islam yang berbobot dan berkelas dunia. Memiliki 100 acara menarik dari pameran buku hingga seminar-seminar yang luar biasa. Tahun 1433/2012 ini, IBF dilaksanakan selama 9 hari semenjak tanggal 9 hingga 18 Maret 2012 di Istora Senayan Jakarta. Dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bapak Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA. Tahun ini adalah pelaksanaan yang ke-11 kalinya.

Bagi santri Darunnajah Cipining, IBF menjadi salah satu acara yang dinantikannya. Acara yang diselenggarakan sekali satahun ini juga diagendakan santri untuk dikunjungi. Pesantren, melalui bagian perpustakaan, bertugas memfasilitasi mereka yang ingin berkunjung.

Hari Jum’at, 16 Maret kemarin, rombongan santriwati berkunjung. Dengan mengendarai 3 armada bus, pukul 10.30 WIB mereka sampai di lokasi. Sesampainya disana, mereka langsung berburu buku dan atribut islami lainnya. Beberapa diantaranya duduk mengambil tempat di panggung utama mengikuti acara seminar yang tengah membahas soal dakwah dari para aktivis dakwah seperti Satria Hadi Lubis, Umar Hidayat dan lainnya.

“Tujuan kehiatan ini adalah mengenalkan para santri pada dunia buku serta mefasikitasi mereka yang ingin mendapat buku-buku edukatif. Kemudian juga untuk meningkatkan minat baca dan wawasan santri” ujar Inna Fitria, ketua bagian perpustakaan.

Selama ini, bagian perpustakaan juga mendorong para santri guna membeli buku-buku islamo sebagai bahan bacaannya. Buku-buku motivasi dan inspirasi di antaranya bisa didapatkan saat IBF berlangsung.

Bagi santri yang hendak ke IBF, bagian perpustakaan membuka pendaftaran. Guna biaya transportasi PP, per orang dikenakan biaya sebesar Rp 35.000.

Sebelum menuju IBF, para santri mendapatkan arahan dan wejangan dari pimpinan pesantren dan para guru. Selain agar menggunakan kesempatan itu dengan baik, mereka juga diingatkan agar dapat berprilaku dengan baik dan sopan selama berkunjung.

Setelah seharian berburu buku, pukul 4 sore mereka bertolak kembali ke pesantren. Semoga mereka menjadi pecinta ilmu dan kelak mengamalkan ilmunya di jalan dakwah. (Warna/Anna Nafisah).