Lihatlah hasil karya meronce kami di Sentra Seni TK Islam Darunnajah Lihatlah hasil karya meronce kami di Sentra Seni TK Islam Darunnajah

Ingkar Janji Bisa Menjadi Senjata Anak

DNKindergarten, 10/08

Semua orang tua tentu ingin anaknya bahagia. Salah satu caranya adalah dengan menjanjikan suatu hal kepada mereka. Anak pasti akan merasa senang jika orang tunya berjanji memberikan suatu hadiah kepadanya atau mengajaknya berjalan ke taman hiburan. Dan membayangkan akan hal itu, membuat anak menanti-nantikan hal tersebut. Misalnya orang tua ingin mengajak berlibur ke Taman Impian Jaya Ancol. Anak akan terus membayangkan hal saat berjalan ke taman Ancol menikmati berbagai permainan. Hal itu akan membuat harapan si anak semakin kuat untuk segera pergi kesana.

Dan hal terpenting yang harus diperhatikan oleh para orang tua dalam berjanji adalah menepati janji tersebut. Salah satu akibat dari janji yanng tidak ditepati adalah munculnya  kemarahan pada anak. Kemarahan anak tidak boleh dianggap perkara yang mudah karena dapat mengakibatkan pengaruh yang buruk pada hubungan anak dan orang tua.

Dan akibat dari janji yang tidak ditepati adalah :

  • Berkurangnya kepercayaan anak kepada orang tua

Rasa saling percaya adalah hal terpenting dalam membina hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua. Anakpun mempunyai kemampuan untuk menilai apakah orang tuanya dapat dipercaya atau tidak. Jika orang tua tidak menepati janji, anak akan merasa bahwa kita bukanlah orang tua yang dapat dipercaya. Hal itu akan menurunkan kepercayaannya kepada kita. Terlebih jika berkali-kali, anak mungkin tidak akan mempercayai lagi.

  • Berkurangnya wibawa orang tua di hadapan anak

Orang tua merupakan tokoh panutan bagi anak yang mengajarkan cara memilih-millih perbuatan yang baik atau buruk. Perilaku orang tua selalu diperhatikan anak. Kewibawaan meerupakan hal yang dapat membantu anak menghormati kita. Anak-anak mempunyai kecenderungan untuk meniru tingkah laku orang tuanya. Dengan demikian, mengingkari janji dapat membuat anak kurang menghormati kita. Dan juga menunjukkan bahwa orang tua melanggar apa yang diajarkan kepada anak, yaitu selalu menepati janji.

  • Anak bersikap masa bodoh dengan aturan yang telah disepakati

Sebagai orang tua, kita tentunya mempunyai beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh anak. Kemarahan pada anak akibat ketidakmampuan orang tua dalam menepati janji dapat membuat ia merasa memperoleh legitimasi untuk denagn sengaja melanggar aturan yang telah dibuat. Selanjutnya, anakpun dapat berdalih memberi alasan yang dikaitkan dengan kelalaian orang tua dalam menepati janji.

Nah ini solusinya agar ketidaktepatan kita dalam menepati janji tidak membekas pada anak :

1. Mengakui kesalahan kita memang tidak menepati janji. Ini juga mengajarkan kepada anak untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat.

2. Berikan penjelasan kepada anak mengapa kita tidak mampu menepati janji dengan pernyataan yang jujur jangan mencari-cari alasan agar kesalahan kita diterima. Sebelumnya, tenangkan anak terlebih dahulu baru mengajaknya berbicara.

3. Meminta maaf kepada anak. Maaf akan menguatkan ikatan batin antara orang tua dan anak.

sumber : Membantu anak mengatasi amarahnya (Kak Seto Mulyadi)

(sita, [email protected])