Salah-satu jargon serta pakem yang terpatri dalam sanubari segenap civitas Pesantren Darunnajah 2 Cipining adalah materi pelajaran itu penting namun metodologi pengajaran lebih penting. Metodologi pengajaran itu penting tetapi guru lebih penting. Guru itu penting tetapi jiwa guru lebih penting daripada (sekedar kehadiran) guru itu sendiri.
Oleh karenanya, tidak pernah berhenti ihtiar pesantren untuk meningkatkan kualitas dan mutu dewan guru. Terlebih lagi diyakini bahwa kualitas guru akan berbanding lurus dengan kualitas pendidikan peserta didiknya. Sabtu pagi, 16 Muharram 1447 H/12 Juli 2025, pembukaan agenda tahunan di awal tahun pelajaran berupa In House Training (IHT) bagi seluruh dewan guru resmi dibuka. Bertempat di aula kampus satu, agenda wajib ini diikuti tidak kurang dari 250 guru.
Dalam sambutan Wakil Pengasuh Pesantren, Ustadz Nasihun Sugik, S.E., M.M., antara lain menyampaikan Filosofi Keyzen yang relevan, perlu dan penting diaplikasikan oleh segenap pejuang civitas pesantren: 1. Perbaikan kecil dan berkelanjutan. 2. Melibatkan semua orang untuk mencapai tujuan. Total Quality Management (TQM). 3. Fokus pada proses bukan hasil. 4. Tidak ada hari tanpa perbaikan.
Alumni TMI Pesantren Darunnajah 2 Cipining angkatan VII tersebut, juga menekankan pentingnya guru pendidik berada langsung di lapangan dan merasakan sendiri apa yang dirasakan santri. Turba: Turun ke bawah. Bukan hanya berdasarkan laporan dan data di atas meja (saja). IHT diharapakan menjadi ihtiar integral dalam memperbarui niat, pengembangan diri serta penyatuan langkah perjuangan.
Pada hari pertama IHT yang fokus kepada peningkatan spirit perjuangan dan manajemen pendidikan, telah hadir sebagai nara sumber: KH. Busthomi Ibrohim, M.Ag., Ph.D. (Ketua Yayasan Darunnajah), KH. Fajar Suryono, S.Kom. M.A, (Wakil Rektor 1 Universitas Darunnajah), dan Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, M.Pd. yang menyampaikan Strategi Komunikasi Efektif Guru.
Hari kedua IHT, para peserta dengan serius menyimak pemaparan terkait psikologi generasi zaman now (Gen Z) oleh Mirda S.N. Dara Pratiwi, M.Psi. Alumni TMI Darunnajah Jakarta dan Psikolog dengan ‘jam terbang’ tinggi tersebut, berhasil membuka cakrawala dewan guru terkait bagaimana mestinya mendidik santri masa kini.
Sesi lainnya, tampil Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) Pesantren Darunnajah 2 Cipining, Ustadz Musthofa Kamal, M.Ag., dan Ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf, M.M.Pd. dengan materi Penyusunan Program Tahunan (Prota) dan I’dad Tadris (Rencana Program Pembeljaran), serta Sifat Ideal Guru. Antusiasme peserta begitu tampak dari banyaknya diskusi dalam sesi tanya-jawab, juga keaktifan mereka dalam simulasi komunikasi efektif via permainan komunikata. Dengan demikian, pendidikan pesantren akan semakin maju ke depannya. Semoga!.
