Haruskah Euphoria Setelah UN?

“Gapapa kita gak coret-coretan kaya mereka, kita masih bisa wakafin seragam2nya sama adek2 kelas kita yg lebih membutuhkan, iya gak? Insya Allah lebih bermanfaat dan dapet pahala yg akan mengalir terus kepada kita :)) karna Allah tdk suka dengan orang yg berlebih2-an (Mubazir) :)”

ilustrasi
ilustrasi

Pesan di atas adalah status yang diunggah di akun media sosial salah satu santri Darunnajah Cipining sesaat setelah pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat MA/SMK/SMU usai, Kamis (18/4) kemarin. Asih Rahayu, penulis pesan tersebut membagikan status kepada teman-teman sekelasnya.

Asih Rahayu adalah salah satu santriwati yang tidak mukim di asrama. Ia tinggal di sekitar pesantren. menurut pengakuannya, ia menyayangkan perilaku anak-anak sekolah yang euphoria setelah UN. Padahal itu baru selesai mengerjakan UN dan belum tahu hasilnya. Namun kegembiraan yang berlebihan telah dilakukan oleh para generasi bangsa tersebut.

Menanggapi soal-soal UN sendiri, Asih mengaku sulit. Namun, ia optimis dan merasa bisa mengerjakannya. “Alhamdulillah, sesuatu banget buat UN 2013, he he he. Setiap peserta dapet soal itu beda-beda. Tapi alhamdulillah saya dapat yang mudah dan juga lumayan” ungkapnya.

Asih mewakili teman-temannya memohon do’a agar usaha mereka dalam mengerjakan UN mendapatkan hasil yang terbaik. Amin (red)